<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9083587603400029898</id><updated>2011-11-11T11:08:28.895-08:00</updated><category term='Photo'/><category term='Artikel'/><category term='Kartun'/><category term='Life'/><category term='Joke'/><category term='Lingkungan'/><category term='Kalimantan'/><category term='Berita'/><category term='Music'/><category term='Mining'/><title type='text'>Manji Dharsana</title><subtitle type='html'>And in the end .., the love we take is equal to the love we make .. (the beatles)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://manjidharsana.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://manjidharsana.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Manji Dharsana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11189437216799626707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_OBArj1c-Tgw/SFkeZpZRXbI/AAAAAAAAABk/ThtTUdmx5Js/S220/Myprint.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9083587603400029898.post-8278435712086694033</id><published>2009-05-18T02:03:00.000-07:00</published><updated>2009-05-18T03:34:39.324-07:00</updated><title type='text'>BLT, KENAPA MESTI ANTRI ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/ShEnP_pwLnI/AAAAAAAAAbg/Y8YRkXUV7Bc/s1600-h/bebek_antri.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 318px; height: 157px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/ShEnP_pwLnI/AAAAAAAAAbg/Y8YRkXUV7Bc/s400/bebek_antri.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337090189148827250" border="1" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ntrian yang semula tertib, mulai bergerak jadi saling berdesakan, kemudian saling dorong, dan akhirnya saling serobot, saling tabrak, injak, hingga jeritan, bahkan tangisan tak lagi dapat dielakkan. Tubuh-tubuh yang sebagian besar renta itu tak kuat tuk bersaing menahan desakan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang merangsek tanpa nalar disulut oleh rasa lelah, dahaga,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;panas dan mungkin juga lapar. Dibumbui &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;panasnya sengat matahari siang, beberapa b&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;ertumbangan hingga harus mengurungkan niat semula untuk mendapatkan dana BLT (Bantuan Likuiditas Tunai) yang dibagikan pemerintah. Suasana kacau, petugas tampak kewalahan tuk mengatur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Itulah sekelumit gambaran yang sempat saya pirsa dari tayangan televisi, perihal kacaunya pembagian BLT di suatu daerah. Memang tidak di semua daerah terjadi kekacauan semacam itu, namun kalu dipukul rata pembagian BLT ini menghadirkan pemandangan yang hampir sama serupa yakni warga masyarakat, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang memenuhi kriteria sebagai penerima BLT, harus rela berdesak-desakkan dalam alur antrian yang cukup panjang.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;“Bebek Saja Antri”, demikian pemeo yang pasti sering kita dengar yang tentunya dimaksudkan untuk membudayakan kebiasaan antri dengan tertib dan teratur. Membeli minyak tanah bersubsidi harus tertib mengantri; membeli beras murah; sembako murah, membayar rekening listrik; karcis tol pun kita diminta antri dengan rapih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Mungkin karena sudah terbiasa untuk membiasakan masyarakat supaya antri itulah, maka pemerintah kita sepertinya sudah kehilangan selera untuk memberikan pelayanan yang lebih manusiawi. Atau mungkin juga yang tertanam &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dalam benak pemerintah kita adalah pemikiran bahwa kalau untuk membayar sesuatu saja masyarakat kita rela antri, apalagi untuk menerima duit, ya harus antri lah.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Kalau benar demikian, tentu amatlah disayangkan. Di tengah gembar-gembor soal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;peningkatan produktifitas dan efektifitas kerja, ditengah gencarnya anjuran untuk melakukan penghematan, kita semua pasti setuju bahwa antri model BLT ini bukanlah suatu hal yang sesuai dengan gembar-gembor macam di atas, “jauh panggang dari api”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Memang benar bahwa dana BLT yang dibagikan nilainya cukup besar bagi masyarakat penerimanya. Tapi apakah itu sepadan dengan waktu dan tenaga &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;serta pengorbanan lain yang dikeluarkan? &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IT" &gt;Belum lagi apabila diperhitungkan dengan segala resiko cedera; terdorong; terinjak dan teraniaya. Sungguh merupakan suatu penghambur-hamburan energi dan produktifitas yang luar biasa besarnya, tidak hanya bagi si penerima, namun juga bagi para birokrat di strata terbawah (petugas) yang terlibat langsung dalam acara pelaksanaan pembagian BLT.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IT" &gt;Kalau dicermati lebih jauh, sudah banyak pihak –terutama swasta- yang sedikit demi sedikit berusaha untuk mengurangi cara antri. Bukan berarti masyarakat sudah tidak memiliki budaya tertib antri lagi, tapi apakah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;harreeee geenneee masih antreeee?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yang bener aja!&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Lihat saja, untuk membayar rekening&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;listrik dan telepon, bank-bank swasta saling berlomba untuk melayaninya. Tidak perlu antri, dengan fasilitas perbankan terintegrasi (on-line bank), cukup dari mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM); &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;atau pun komputer; bahkan dari telepon selular pun, segala kegiatan yang berhubungan dengan pembayaran atau pemindahan dana (transfer) dapat dilayani. Untuk membayar jalan tol, antriannya sudah berusaha dikurangi dengan diterbitkannya kartu pintar berlangganan jalan tol. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IT" &gt;Di bioskop&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;-bioskop sistem pembelian tiket pun sudah bersifat terkomputerisasi, mengurangi antrian pembelian tiket.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Lantas kenapa sih pembagian dana BLT masih harus menggunakan metoda antri? Apakah teknologi informasi sama sekali tidak tersentuh atau tidak terpikirkan oleh para pengambil keputusan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;soal BLT? Tampaknya metoda antri masih merupakan jawaban yang paling mudah bagi para birokrat pemalas dan pemerintahan yang mau gampangnya saja.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Tulisan saya ini, sungguh, tidak hendak berpro-kontra terhadap pembagian BLT. Biarlah BLT dijadikan sarana “Tebar Pesona” untuk meningkatkan popularitas segelintir orang. Biarlah para politikus saling debat tentang tepat atau tidaknya pembagian dana BLT, yang pada ujungnya untuk meningkatkan popularitas partai. Kepedulian saya hanyalah pada cara pendistribusian dan pembagiannya yang semestinya bisa dibuat jauh lebih manusiawi daripada cara-cara yang sudah dilakukan saat ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Tentunya kita tidak dapat mengabaikan bahwa tidak seluruh birokrat kita masih bermental pelayanan antri. Salahsatu yang dapat diacungkan jempol adalah Direktorat Pajak. Terlihat usaha keras dari direktorat ini untuk memberikan layanan yang baik bagi masyarakat pembayar pajak. Komputerisasi dalam sistem pembayaran dan pengadministrasian pajak amat memudahkan bagi para wajib pajak untuk menjalankan kewajiban pajaknya. Tempat-tempat penyetoran bukti pajak bahkan tersedia hingga di lokasi-lokasi pusat perbelanjaan, sungguh suatu terobosan proaktif yang patut dijadikan contoh bagi pelaksana birokrasi lainnya.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Lantas, cara atau pun metoda apa sih yang bisa ditawakan untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi antrian dalam pembagian BLT? &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IT" &gt;Jawaban pertama untuk pertanyan ini adalah pemanfaatan Teknologi Informasi (TI). &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Sulitkah? Saya yakin tidak. Saat ini dengan kemajuan TI yang ada di &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;, amatlah mudah bagi saya yang berlokasi kerja di ujung utara propinsi Kalimantan Timur, untuk berkomunikasi dengan istri yang bekerja di kawasan Kuta, &lt;st1:place st="on"&gt;Bali&lt;/st1:place&gt;. Jaringan Telepon Selular dan Internet yang ada, saya kira sudah cukup memadai untuk mendukung program pembagian BLT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Langkah selanjutnya adalah dengan mendekatkan industri perbankan kepada masyarakat. Buatlah masyarakat kita melek perbankan. Daripada sekedar meberikan kartu BLT, alangkah lebih baik apabila dibagikan sebuah buku tabungan lengkap dengan nomor rekening untuk setiap penerima BLT. Sebut saja ini sebagai program &lt;b style=""&gt;Rekening Jaminan Sosial (RJS)&lt;/b&gt; misalnya. Melalui rekening inilah dana BLT disalurkan kepada yang berhak menerima.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Bagaimana penerapannya ? Libatkan semua bank yang sudah ada di wilayah kecamatan hingga yang ada di desa-desa. Baik Bank pemerintah (BRI contohnya), maupun bank swasta dan bank rakyat yang ada. Manfaatkan TI dengan maksimal, jadikan RJS ini layaknya kartu ATM Bersama yang bisa ditarik antar BANK-bank yang tergabung dalam program ini. Dengan demikian, maka yang berperan aktif dalam pembagian BLT nantinya adalah pihak bank, yang notabene sudah memiliki fasilitas yang mendukung bagi pelaksanaan pembagian dana BLT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Dengan cara ini masyarakat tidak perlu antri lagi bila hendak mengambil dananya. Tidak perlu berbondong-bondong ke tempat pengambilan dana, karena &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dana dapat diambil kapan saja, tak terbatas pada tanggal tertentu yang ditetapkan pemerintah. Kalau misalkan belum diperlukan, dana bisa dibiarkan dulu tersimpan di Bank sebagai tabungan.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Di sisi lain, dengan menyalurkan dana BLT melalui bank, setidaknya pemerintah dapat memberikan tambahan likuiditas dana segar yang tidak sedikit jumlahnya bagi bank-bank yang tergabung dalam program penyaluran BLT ini. Hitung-hitung ini adalah salah satu bentuk insentif dari pemerintah kepada bank-bank &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;peserta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Lantas kendala apa saja yang mungkin dihadapi yang dapat menghambat dilaksanakannya program ini?&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Hal pertama yang wajib dibenahi adalah masalah Pendataan Penduduk. Ini adalah masalah klasik yang tampaknya belum terbenahi walau Negara kita telah 5 kali berganti kepemimpinan nasional. Banyak sekali masalah yang timbul dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara ini yang diakibatkan oleh kacaunya soal data kependudukkan. Kekacauan dalam Pelaksanaan pemilihan umum legislatif 2009, hanyalah salah satu contohnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam pembagian BLT, maka pendataan penduduk tentunya berkaitan secara kuantitatif dan kualitatif terhadap seberapa banyak penduduk yang terkategori memenuhi syarat untuk mendapatkan BLT. Apabila data kependudukan kita masih amburadul maka dikhawatirkan akan ada banyak masyarakat yang semestinya tidak terkategori sebagai penerima BLT malah menerimanya, atau bahkan sebaliknya yang berhak menerima BLT justru tidak mendapatkannya. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IT" &gt;Sensus Penduduk 2010 nanti, semoga saja bisa menjadi titik awal pendataan penduduk yang tertata rapih dan akurat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IT" &gt;Hal kedua yang perlu pembenahan adalah ketersediaan sarana dan prasarana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pendukung. Listrik dan jaringan komunikasi meski telah tersedia di hampir seluruh pelosok negeri, namun pada beberapa wilayah bisa dibilang kurang memadai. Apabila bisa ditingkatkan, tentunya akan lebih maksimal dalam mendukung program pembagian BLT. &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IT" &gt;Hal ketiga yang tidak kalah penting adalah mengurangi angka masyarakat penyandang buta huruf. Melek perbankan, sebagai bagian dari program Rekening Jaminan Sosial, mau tidak mau mensyarakatkan agar masyarakat penerima dapat membaca dan menulis guna berinteraksi dengan sistem perbankan.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IT" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IT" &gt;Dari ke tiga hal di atas, tampaklah bahwa sesungguhnya masih banyak Pekerjaan Rumah yang perlu diselesaikan terlebih dahulu oleh pemerintah, agar penyaluran dana BLT dapat dilaksanakan dengan cara-cara yang lebih manusiawi, ketimbang tergesa-gesa berkutat pada metode cepat jadi ( instant ) untuk mengatasi kemiskinan, seperti yang dilakukan pemerintah dengan program ‘antri’ BLT-nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9083587603400029898-8278435712086694033?l=manjidharsana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://manjidharsana.blogspot.com/feeds/8278435712086694033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9083587603400029898&amp;postID=8278435712086694033&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/8278435712086694033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/8278435712086694033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://manjidharsana.blogspot.com/2009/05/blt-kenapa-mesti-antri.html' title='BLT, KENAPA MESTI ANTRI ?'/><author><name>Manji Dharsana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11189437216799626707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_OBArj1c-Tgw/SFkeZpZRXbI/AAAAAAAAABk/ThtTUdmx5Js/S220/Myprint.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/ShEnP_pwLnI/AAAAAAAAAbg/Y8YRkXUV7Bc/s72-c/bebek_antri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9083587603400029898.post-974354151953009665</id><published>2009-04-24T01:55:00.000-07:00</published><updated>2009-04-24T02:13:52.280-07:00</updated><title type='text'>ADA PELANGI</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SfGAsk9bkUI/AAAAAAAAAbQ/gpMMjaqPzKg/s1600-h/KURSI2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328181337479942466" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 206px; CURSOR: hand; HEIGHT: 332px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SfGAsk9bkUI/AAAAAAAAAbQ/gpMMjaqPzKg/s320/KURSI2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Pelangi pelangi … Alangkah indahmu..&lt;br /&gt;Merah, Kuning, Hijau .. Di langit ... *&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Lagu anak-anak di atas tentu lah teramat sangat kita hapal syairnya, dan memang langit sehabis di guyur hujan yang berhiaskan pelangi, merupakan pemandangan yang sangat indah untuk dilihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apakah pelangi juga tetap indah apabila dikaitkan dengan konteks kebernegaraan yang berlangsung di negara kita tercinta ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabinet Pelangi, demikianlah orang sering menjuluki kecenderungan warna kabinet di negara kita, yang sudah kita alami dalam beberapa kali pergantian kepemimpinan nasional, semenjak masa orde reformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas memang tampak indah, sekilas menyenangkan. Seorang pemimpin nasional dari partai tertentu memberikan kesempatan bagi tokoh-tokoh dari partai lain, dengan istilah mendukung, atau pun berkoalisi, untuk sama-sama mencicipi kue kekuasaan; bagi-bagi jabatan dengan dalih-dalih kebersamaan dan demi kepentingan nasional yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sungguh-sungguh kah dalih tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, kabinet dengan banyak warna seperti pelangi, cenderung memberikan dukungan kuat bagi penguasa, tidak banyak rongrongan membuat pemerintahan yang terbentuk memiliki kestabilan dalam menjalankan berbagai kebijakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bila saja semua partai menjadi pendukung bagi pemerintahan yang sedang berkuasa, lantas siapa yang akan berfungsi sebagai oposisi? Tanpa partai oposisi, mudah ditebak, parlemen yang berfungsi sebagai kontrol bagi pemerintahan akan sangat dimungkinkan untuk bekerja dengan setengah hati. Lah wong yang harus dikontrol dan diawasi adalah konco-konco sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkoalisi memang bukanlah dosa dalam berpolitik. Demi kepentingan dan ambisi, manufer-manufer apa pun syah-syah saja dipraktekkan. Apalagi dalam sistem demokrasi kita yang mempersilakan banyak partai berkompetisi, membuat sangat jarang ada partai yang bisa menang mutlak dalam pemilihan umum. Kolaborasi menjadi suatu jalan bagi partai-partai untuk mengikat kekuatan, guna menuju kursi pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun janganlah dilupakan, bahwa esensi dalam berpolitik bukan hanya memberikan peran bagi si pemenang. Politik juga memberikan tempat terhormat bagi yang kalah untuk beroposisi. Dengan oposisi, pemerintah atau pun partai yang tengah berkuasa akan memiliki counter-partner yang sepadan, sehingga segala produk politik dan kebijakan-kebijakan yang dihasilkan benar-benar memiliki kualitas tinggi, karena telah melewati suatu saringan dan ujian yang ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini dengan sangat sedih kita harus menerima kenyataan bahwa negeri ini belum sampai memasuki tahap kedewasaan berpolitik yang cukup. Banyak partai dan kader-kadernya belum dapat menyikapi kekalahan dalam pemilihan umum sebagai suatu kehormatan. Belum terlihat ada partai yang dengan kesadaran dan penuh percaya diri menyatakan untuk menjadi oposisi bagi pemerintahan . Kalau pun ada yang menjadi oposisi, saya cenderung menduga itu hanya karena terpaksa, dikarenakan tidak mendapat bagian dari si penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja dugaan saya itu salah. Biar bagaimana pun, bila ada partai yang mau menjadikan dirinya sebagai pihak oposisi ( terpaksa atau tidak ) tetaplah harus kita sampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencermati hasil pemilu legislatif 2009 yang lalu, tampaknya kecenderungan berpelangi akan tetap mewarnai politik negeri kita ini. Partai-partai dengan persentase perolehan suara kecil, terlihat sibuk melobi partai-partai berpersentase perolehan suara besar. Sibuk kasak-kusuk, dagang sapi, dengan harapan dapat ikut mencicipi empuknya kursi kekuasaan. Persis anak-anak dalam lomba tujuhbelasan, di mana yang tidak menang lomba pun tetap diberi hadiah hiburan atas partisipasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal seperti pelangi di langit biru yang segera memudar seiring teriknya sinar matahari, politik pelangi kita pun demikian adanya. Tidak lah pernah langgeng, spektrumnya cenderung cepat memudar dan berubah warna tergantung kepentingan-kepentingan para pihak yang melatarinya. Kalau dulu berwarna kuning-ungu-biru-hijau, sekarang mungkin telah merah-kuning-jingga-hijau-biru, bahkan mungkin merah kekuningan-hijau kemerahan-jingga agak biru–ungu seperti hijau, serba tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suka atau tidak suka, pemandangan politik macam itulah yang masih akan berlangsung. Yang dulu adalah kawan, sekarang bukan lagi teman. Yang dulunya berseberangan, kini bercengkrama, saling berangkulan, berjabatan tangan, dan tanpa malu berfoto bergandengan tangan di hadapan wartawan, meski pun jelas tertangkap : &lt;em&gt;... Ada yang lain .... di senyummu ...**&lt;/em&gt; dan juga jelas terlihat : &lt;em&gt;... Ada pelangi ... di bola matamu.....**.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;Catatan :&lt;br /&gt;1. * : Lagu, berjudul “Pelangi" ciptaan Abdullah Totong Mahmud ( A.T. Mahmud )&lt;br /&gt;2. ** : Penggalan lagu “ Pelangi Di Matamu”, ciptaan Azis, personel grup band JAMRUD, dinyanyikan dan dipopulerkan oleh grup band JAMRUD. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9083587603400029898-974354151953009665?l=manjidharsana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://manjidharsana.blogspot.com/feeds/974354151953009665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9083587603400029898&amp;postID=974354151953009665&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/974354151953009665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/974354151953009665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://manjidharsana.blogspot.com/2009/04/ada-pelangi.html' title='ADA PELANGI'/><author><name>Manji Dharsana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11189437216799626707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_OBArj1c-Tgw/SFkeZpZRXbI/AAAAAAAAABk/ThtTUdmx5Js/S220/Myprint.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SfGAsk9bkUI/AAAAAAAAAbQ/gpMMjaqPzKg/s72-c/KURSI2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9083587603400029898.post-2457838581220424622</id><published>2009-02-11T23:27:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T16:41:02.966-08:00</updated><title type='text'>RUMAH TERAPUNG</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Menyaksikan berita di televisi tentang rumah-rumah di Bantaran Sungai Ciliwung, Jakarta, yang terendam banjir pada musim penghujan medio Januari 2009 ini, membuat saya teringat pada masa-masa saya bertugas di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Pulau Kalimantan memiliki banyak sekali sungai berukuran besar. salahsatunya adalah Sungai Barito yang meliuk-liuk sepanjang Kalimantan Selatan hingga ke arah hulunya membelah wilayah Kalimantan Tengah. Mungkin Karena masyarakat di sana sudah sangat akrab dengan Sungai-sungai berukuran besar, dan hidupnya tidak dapat dipisahkan dengan lingkungan perairan sungai, akhirnya mereka menciptakan teknik membangun rumah yang bersinergi dengan lingkungan sungai yakni: rumah di permukaan sungai. Perlu digarisbawahi pada kata-kata “di permukaan sungai”, karena mereka memang tidak membuat rumah panggung di atas sungai, namun lebih dari itu, rumah unik ini betul-betul dapat terapung di permukaan air, yang oleh penduduk setempat disebut sebagai LANTING.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301814300615283058" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 292px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZPUBCVCkXI/AAAAAAAAAXQ/m9Dsax35Vng/s400/Floating_House.jpg" border="0" /&gt; &lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Foto 1. : Rumah Terapung AKA Lanting&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Jangan bayangkan bahwa mereka menetap di dalam sebuah perahu berukuran besar. Lanting layaknya menyerupai rumah biasa juga, namun satu hal yang mem-bedakannya dan membuatnya dapat mengapung adalah lanting ini didirikan di atas pondasi berupa beberapa batang kayu gelondong besar yang disusun berjajar menyerupai rakit, dan disatukan satu sama lainnya dengan balok-balok kayu panjang yang sekaligus berfungsi menjadi kuda-kuda (kedudukan) bagi lantai serta rangka rumah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Tentunya tidak semua jenis kayu dapat dijadikan pondasi untuk rumah apung ini. Jenis-jenis kayu tertentu akan tenggelam dalam air, maka hanya jenis yang dapat mengambang di air saja lah yang layak dapat dijadikan sebagai pondasi. Selain itu, tentu saja si kayu pondasi haruslah memilik daya tahan yang kuat menghadapi proses pelapukan yang disebabkan oleh air. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Apakah rumah lanting ini tidak akan hanyut terbawa arus sungai? ternyata tidak tuh. Caranya?? Ya diikatkan saja ke pohon atau ke tiang penambat di tepi sungai. Jadi meski mengapung di permukaan sungai, rupanya si Lanting ini tetap saja masih harus memiliki “kontak” dengan daratan yah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301841668746737314" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZPs6EkDdqI/AAAAAAAAAXY/A0Sk7Fz5KT0/s400/Floating+Backyard.jpg" border="0" /&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Foto 2 : Halaman Belakang Lanting&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Selain diikat, lanting juga terhubung ke daratan dengan semacam jembatan yang terbuat yang terdiri atas dua atau tiga buah batang kayu di mana salah satunya menyentuh tepi daratan dan lainya terikat pada pondasi rumah, membentuk titian yang panjang-pendeknya dapat diatur disesuaikan dengan kondisi air sungai. Di saat muka air sungai naik di musim penghujan, maka posisi lanting akan ditarik mendekati tepi badan sungai, sedangkan saat muka sungai surut di musim kering, tali pengikat harus diulurkan menjauh dari tepian agar lanting tetap berada di permukaan air dan tidak kandas. Dalam kondisi kemarau panjang dan hampir seluruh bagian sungai mengering, maka Lanting dapat diulur untuk menjangkau bagian tengah badan sungai yang biasanya paling landai sehingga lanting bisa mendapatkan posisi ‘mendarat’ yang aman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303698323864360898" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZqFhn3FF8I/AAAAAAAAAaY/HBGEzqDvr_g/s400/floating_village.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Foto 3 : Perkampungan Terapung&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Karena tidak berancang-bangun seperti perahu, maka rumah lanting ini hanya difungsikan untuk menetap pada satu tempat saja. Namun manakala diperlukan sebenarnya lanting dapat dengan mudah dipindah tempatkan, hanya saja untuk itu diperlukan bantuan satu buah perahu bermesin yang cukup besar untuk menghelanya, ditambah satu atau dua perahu kecil bermesin untuk mengendalikan arah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303698320624246274" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 266px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZqFhbyk3gI/AAAAAAAAAaQ/NE7tngIvZ8M/s400/Floating_House2.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Foto 4. : Rumah Lanting dan Rumah daratan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Kesan saya saat tinggal di rumah lanting tidak ubahnya seperti tinggal di rumah daratan saja, hanya saja pada awalnya dulu perlu sedikit penyesuaian, terutama saat rumah bergoyang-goyang terhempas gelombang dari perahu-perahu yang lewat. Rasanya seperti ada gempa kecil yang menimpa rumah, namun dalam beberapa hari saja perasaan itu sudah dapat dihilangkan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Penyesuaian lain adalah melatih ketrampilan untuk meniti jembatan kecil yang menghubungkan rumah lanting dengan daratan, bila tidak berhati-hati bisa saja tergelincir dan tercebur ke sungai, basahnya sih tidak seberapa, tapi malunya itu loh.... Maklum lah, meski tinggal di sungai, namun sebagian besar kegiatan tetap dilaksanakan di daratan, sehingga acara menyeberangi titian lanting menjadi hal yang rutin saya lakukan. Dalam beberapa hari saja saya sudah cukup piawai, bahkan kawan-kawan di sana memberikan pujian pada ketrampilan saya melangkah di titian ini. Namun sesungguhnya adaptasi terbesar bukanlah dalam hal melewati titian atau pun membiasakan diri terhadap goyangan gelombang. Hal tersulit justru adalah membiasakan diri untuk mandi dan menggunakan MCK di sungai seperti yang masyarakat sana biasa lakukan, termasuk tentu saja menggosok gigi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303699028173580594" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 299px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZqGKnne6TI/AAAAAAAAAag/RzkwgjbAUrk/s400/side_yard.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Foto 5. : Kegiatan harian di lanting&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Konsep Lanting atau rumah terapung ini dapat diterapkan tidak hanya untuk rumah tempat tinggal biasa saja. Konsep ini juga dapat dimanfaatkan untuk mendirikan bangunan yang lebih besar seperti Rumah makan, dan juga toko terapung. Maklum saja, jalur sungai masih menjadi urat nadi perekonomian dan sarana perhubungan utama di daerah-daerah pedalaman di Kalimantan. Tentunya untuk bangunan yang lebih besar, diperlukan kayu gelondong yang lebih panjang serta berdiameter lebih besar sebagai pondasinya. Meskipun sudah agak sulit, di sana kayu-kayu gelondongan berukuran besar masih bisa didapati.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Yang lebih menarik, apabila kita kemalaman dalam perjalanan menyusuri sungai Barito, dan membutuhkan tempat untuk sekadar beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan, tidak perlu khawatir, kita bisa juga loh menginap di “hotel” terapung. Bolehlah tempat menginap ini saya katakan sebagai “hotel”, karena umumnya tersedia cukup banyak kamar, bahkan diantaranya ada yang terdiri dari dua lantai. Tarif menginap di hotel terapung ini tergolong sangatlah murah. Tahun 2008 lalu tarif menginap di sana masih berkisar antara Rp. 15.000,- sampai Rp. 30.000,- per malamnya. Meski biasanya sangat sederhana dan tidak menyediakan sarapan pagi, namun di semua “hotel” terapung tersebut selalu tersedia fasilitas kamar mandi dan fasilitas berenang di halamannya hehehehe .....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303698320938884642" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 297px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZqFhc9l3iI/AAAAAAAAAaI/GhXM9G1blNs/s400/Floating_Hotel.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Foto 6. : Hotel Terapung&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bingung menghadapi banjir seperti saat-saat musim penghujan medio Januari 2009 ini?, mungkin saja apa yang telah diciptakan oleh saudara-saudara kita yang tinggal di sepanjang tepian Sungai Barito ini, dapat menjadi solusi untuk menghadapi Banjir di Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9083587603400029898-2457838581220424622?l=manjidharsana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://manjidharsana.blogspot.com/feeds/2457838581220424622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9083587603400029898&amp;postID=2457838581220424622&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/2457838581220424622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/2457838581220424622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://manjidharsana.blogspot.com/2009/02/rumah-terapung.html' title='RUMAH TERAPUNG'/><author><name>Manji Dharsana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11189437216799626707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_OBArj1c-Tgw/SFkeZpZRXbI/AAAAAAAAABk/ThtTUdmx5Js/S220/Myprint.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZPUBCVCkXI/AAAAAAAAAXQ/m9Dsax35Vng/s72-c/Floating_House.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9083587603400029898.post-1594967902429398007</id><published>2009-01-18T01:07:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T16:41:06.806-08:00</updated><title type='text'>YANG UNIK DAN LANGKA DARI HUTAN KALTIM</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Masuk ke hutan belantara di pedalaman Kaltim ternyata memberi kesempatan bagi saya untuk dapat melihat banyak sekali flora dan fauna yang sebelumnya belum pernah saya kenali baik secara langsung maupun dari media cetak; buku atau pun televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dari sekian banyak flora dan fauna yang saya jumpai, saya ingin menampilkan 3 jenis saja di antaranya yang menurut saya paling unik dan mungkin juga termasuk ke dalam spesies langka. Ketiganya saya temukan di daerah hutan pedalaman di Kecamatan Kelay Kabupaten Berau, saya menganggapnya langka karena setelah menanyakan pada beberapa penduduk setempat yang sudah sering masuk ke hutan, mereka pun baru kali itu menyaksikannya dan mereka tidak memiliki nama lokal bagi tiga spesies ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Serangga unik.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;    pertama adalah sejenis serangga yang sangat unik, dengan ciri-ciri : memiliki panjang tubuh dari kepala sampai ujung bagian belakangnya lebih panjang daripada jari telunjuk saya; warna tubuh menyerupai warna dedaunan kering; ada 2 pasang sayap di bagian punggungnya yang saya yakin tidak sanggup membawanya terbang, karena terlalu kecil untuk tubuhnya yang bongsor. Uniknya walaupun memiliki kaki belakang yang besar dan berduri, serangga ini berpindah tempat dengan cara berjalan, bukannya melompat seperti jangkrik atau belalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292559162344588946" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 224px; CURSOR: hand; HEIGHT: 339px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SXLyhFhJxpI/AAAAAAAAAVc/xhAQOdjk6R4/s320/Nhympea_ku.jpg" border="0" /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Foto 1. : Perhatikan sayapnya di bagian punggung.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;     Merasa penassaran, saya sempatkan diri mencari informasi melalui searching di internet, dan hingga saat ini baru mendapatkan satu gambar serangga yang serupa dengan serangga yang saya temukan ini, perbedaannya adalah foto serangga yang saya dapat melalui internet itu memiliki warna badan yang hijau terang serupa warna dedaunan yang segar.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292560031120994146" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 254px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SXLzTp9lr2I/AAAAAAAAAVk/jqNUA-YYIWo/s320/Nyimp+Leaf+Insect+Jason+Cross+Heteropteyx+Dilatata.jpg" border="0" /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Foto 2 : Heteropteyx dilatata ( Jason Cross, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.flicker.com/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;www.flicker.com&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; )&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;     Foto di atas adalah milik Jason Cross, yang saya unduh dari flicker.com. Dalam laman tersebut juga dijelaskan bahwa serangga dalam foto ini adalah species Heteropteyx dilatata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Saya sendiri belum yakin apakah foto serangga di atas merupakan spesies yang sama dengan serangga yang saya dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Tumbuhan tak berbatang dan daun.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Berikutnya saya juga mendapatkan satu tumbuhan yang sangat unik, karena tumbuhan ini tumbuh langsung di atas permukaan tanah, namun tidak memiliki batang serta daun. Berbentuk seperti bunga berwarna kelabu, dengan lima kelopak yang tebal dan keras, mengelilingi semacam kantong tertutup berbentuk separo bola, diameter 5,5 cm dengan tinggi sekitar 1,5 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292794450442858914" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 186px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SXPIgp_OMaI/AAAAAAAAAV8/n8EX1igZzdc/s320/Raflesiaku12.jpg" border="0" /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Foto 3. : Tampak dari atas, dan dari bawah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292795209430524274" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 182px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SXPJM1b-4XI/AAAAAAAAAWE/KJHaEOXL2ZQ/s320/Raflesiaku3.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Foto 4. : Tampak dari samping&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya setelah mencoba mendapatkan informasi melalui internet, saya belum mendapatkan keterangan apapun atau juga gambar yang serupa dengan tumbuhan yang saya dapatkan ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;3. Siput bercangkang tembus cahaya. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;     Kalau biasanya kita jijik kalau melihat seekor siput, maka siput yang saya dapatkan ini punya penampilan unik dan lucu. Tubuh lunaknya berwarna kemerahan dengan dua garis hitam membujur dari pangkal kepala sampai sampai ekornya. Namun yang lebih menarik adalah hewan ini memiliki cangkang atau “rumah” berbentuk spiral yang tembus cahaya, sehingga kita bisa melihat tubuh lunaknya yang bersembunyi di dalam cangkang.&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292795786792889970" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SXPJucR5bnI/AAAAAAAAAWM/DBl-NVyCqCE/s320/Transparent_Snail.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Foto 5 : Siput tembus cahaya / Transparent snail&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Hewan lucu nan cantik ini saya dapatkan saat saya sedang beristirahat melepas lelah pada sebuah bukit batugamping. Nah kalau diperkenankan, ijinkan saya memberi nama hewan ini dengan sebutan Siput tembus cahaya atau Transparent Snail, sesuai dengan cangkangnya yang seperti rumah kaca tembus pandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya amat berterimakasih apabila ada rekan-rekan pembaca yang bisa membantu untuk mendapatkan nama latin atau pun nama lokal bagi hewan dan tumbuhan yang saya tampilkan dalam tulisan ini, terutama saya juga memerlukan info apakah species-species ini termasuk ke dalam jenis yang langka atau kah tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya seringkali terbersit perasaan dilematis dalam hati saya, dikarenakan kegiatan survey yang saya laksanakan pada akhirnya akan berujung pada kegiatan pembukaan areal hutan, yang nantinya tentu akan mengurangi sebahagian habitat alamiah bagi banyak jenis hewan dan tumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja tulisan ini dapat menjadi dokumentasi, atau paling tidak bisa menceritakan bahwa sekurangnya ada 3 jenis spesies yang unik, yang berada di pedalaman hutan Kalimantan kita, dan terbersit harapan saya bahwa tulisan ini dapat menggerakan para pemerhati; pencinta lingkungan atau pun para ahli di bidang flora &amp;amp; fauna; untuk meneliti dan mendokumentasikannya melaui metoda-metoda yang lebih ilmiah dengan harapan bahwa nantinya dapat dicari solusi bagi pelestariannya.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9083587603400029898-1594967902429398007?l=manjidharsana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://manjidharsana.blogspot.com/feeds/1594967902429398007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9083587603400029898&amp;postID=1594967902429398007&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/1594967902429398007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/1594967902429398007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://manjidharsana.blogspot.com/2009/01/yang-unik-dan-langka-dari-hutan-kaltim.html' title='YANG UNIK DAN LANGKA DARI HUTAN KALTIM'/><author><name>Manji Dharsana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11189437216799626707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_OBArj1c-Tgw/SFkeZpZRXbI/AAAAAAAAABk/ThtTUdmx5Js/S220/Myprint.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SXLyhFhJxpI/AAAAAAAAAVc/xhAQOdjk6R4/s72-c/Nhympea_ku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9083587603400029898.post-2085503016341413959</id><published>2008-11-28T01:10:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T00:31:15.733-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Jumpa Orang Utan di Habitat Asli</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Senang sekali rasanya bisa melihat orang utan langsung di habitatnya di alam liar, ada sensasi berbeda dibandingkan kalau kita menyaksikan orang utan atau hewan liar lainnya yang berada di Kebun Binatang atau melalui televisi.. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274719689474543922" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/STORnGTjkTI/AAAAAAAAAVU/f3kTXR9dj30/s320/Rangutan.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ceritanya terjadi pada awal bulan september 2008 yang lalu, saya dan rombongan akan berangkat survey ke daerah Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Untuk menuju ke sana kami melalui rute jalan Berau – Wahau yang merupakan bagian dari poros jalan lintas Kaltim. Saat melintasi suatu kawasan hutan di daerah sekitar Muara Lesan, rombongan kami berpapasan dengan seekor orang utan yang sedang asik makan sambil duduk di sebatang pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika kami langsung menghentikan kendaraan, dan berlompatan turun untuk melihat si orang utan dari jarak yang lebih dekat. Sungguh saya terpesona melihat sosok besar berbulu merah gelap itu, dan saking terpesonanya sampai-sampai terlupakan kamera yang selalu tergantung di pinggang. Saat sadar untuk memotret, si orang utan ternyata sudah menyadari kedatangan kami, dan dengan tenangnya ia segera meninggalkan posisinya semula, masuk menuju ke dalam hutan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Beruntung salah seorang anggota rombongan kami masih sempat mengambil gambar si orang utan tersebut, sehingga saya masih memiliki kenang-kenangan atas satu perjumpaan yang amat langka ini. Yah, berjumpa dengan orang utan di habitat aslinya memang tidak semua orang dapat mengalami. Sebelumnya pun, walaupun sudah bertugas selama satu tahun di Kalimantan, keberadaan orang utan hanya saya dengar melaui cerita-cerita penduduk setempat saja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273634501216937842" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SS-2o1BHp3I/AAAAAAAAAVM/ddp18uN5D1k/s400/ORAHUT2.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Sebenarnya ada rasa sedih juga ketika si orang utan menghindari pertemuan dengan rombongan kami, mungkin saja ia sering berhadapan dengan rombongan pemburu di hutan yang sering mengusik atau pun mengacamnya atau bahkan ia sering menyaksikan anggota kelompoknya yang terbunuh, dan ia mengira rombongan kami termasuk rombongan pemburu hewan liar. Namun di sisi lain saya juga gembira karena dengan demikian berarti ia masih memiliki naluri tajam untuk menyelamatkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ada pembaca yang serius ingin melakukan penelitian tentang orang hutan di daerah ini, silakan menghubungi saya untuk mendapatkan koordinat lokasinya, dan apabila ada yang ingin memanfaatkan foto orang utan yang ada dalam tulisan ini, saya dapat menghubungkan dengan rekan saya Ibrahim, sebagai pemilik foto tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;Foto&lt;/strong&gt; : - Pribadi, dan foto Orang Utan Dibuat oleh kawan saya &lt;strong&gt;Ibrahim&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9083587603400029898-2085503016341413959?l=manjidharsana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://manjidharsana.blogspot.com/feeds/2085503016341413959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9083587603400029898&amp;postID=2085503016341413959&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/2085503016341413959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/2085503016341413959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://manjidharsana.blogspot.com/2008/11/jumpa-orang-utan-di-habitat-asli.html' title='Jumpa Orang Utan di Habitat Asli'/><author><name>Manji Dharsana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11189437216799626707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_OBArj1c-Tgw/SFkeZpZRXbI/AAAAAAAAABk/ThtTUdmx5Js/S220/Myprint.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/STORnGTjkTI/AAAAAAAAAVU/f3kTXR9dj30/s72-c/Rangutan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9083587603400029898.post-7805409049475537379</id><published>2008-10-16T18:33:00.000-07:00</published><updated>2008-10-16T19:34:12.839-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>PULAU DERAWAN</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Berangkat dari kota Balikpapan, naiklah pesawat udara jurusan kota Tanjung Redeb kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Sesampai disana, tujulah pelabuhan Tanjung Batu, kurang lebih duasetengah jam berkendaraan. Dan setibanya di pelabuhan Tanjung Batu, pandanglah ke arah antara Timur dan Tenggara maka di kejauhan akan tampak sebuah pulau yang dikenal sebagai maskot Pariwisata di Kalimantan timur, itulah Pulau Derawan.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257935674545920626" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SPfwo2Up2nI/AAAAAAAAATE/B-f_1PCid6s/s400/derawan.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Foto 1 : Pulau Derawan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Selanjutnya untuk sampai menjejakkan kaki ke sana, dari pelabuhan Tanjung Batu, banyak tersedia speed boat ukuran kecil berkapasitas maximum 6 orang penumpang untuk disewa menyeberang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257940415910106066" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SPf081R909I/AAAAAAAAAT8/DHeyYizz-1M/s400/derawan2.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Foto 2. : Pantai Pulau Derawan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SPft9qGf_LI/AAAAAAAAASc/x5GGJcLlj6o/s1600-h/derawan2.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;br /&gt;Pulau Derawan memang memiliki segala hal yang disyaratkan untuk sebuah lokasi tujuan wisata pulau. Selain pemandangan pantai yang indah, Perairan pantainya amatlah jernih, sehingga Terumbu karang di sekeliling pulau ini dapat dengan jelas disaksikan dari permukaan laut. Lokasi pulau ini pun terlindung oleh beberapa pulau kecil lainnya, seperti Pulau Panjang, Pulau Kakaban dan Pulau Sangalaki menjadikan ombak dan gelombang di Pulau Derawan amatlah tenang, sehingga amat ideal untuk kegiatan menyelam, olahraga berlayar atau pun hanya sekedar berenang-renang di tepian pantai. Hamparan pasir di pulau ini berwarna putih, yang mengingatkan kita pada pemandangan pasir di Pantai Kuta Bali.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257937657254505426" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SPfycQfN69I/AAAAAAAAATk/qQshrALHqTc/s400/karang.jpg" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Foto 3. : Terumbu karang&lt;/span&gt; tampak dari permukaan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Pariwisata Berbasis Ekonomi Masyarakat.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas akomodasi bagi wisatawan di pulau ini juga cukup banyak tersedia, selain beberapa penginapan dan resort yang dikelola oleh swasta, masyarakat di sini pun terlibat aktif dalam mengelola sarana penunjang pariwisata. Rumah inap (Homestay) yang dimiliki oleh penduduk dapat menjadi alternative akomodasi murah bagi pengunjung. Penduduk setempat juga banyak yang mengelola warung dan rumah makan dengan harga relatif murah, serta ada juga yang membuka toko souvenir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257935680013577474" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SPfwpKsPrQI/AAAAAAAAATU/XW-32mEaNco/s400/Homestay.jpg" border="0" /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Foto 4. : Rumah Penduduk untuk penginapan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Pemerintah Kabupaten Berau tampaknya juga amat serius membantu masyarakat dalam mengembangkan kegiatan penunjang pariwisata di Pulau ini. Promosi wisata ke daerah ini cukup gencar dibuat. Dalam PON XVII, 2008 yang lalu pulau Derawan menjadi salahsatu lokasi penyelenggara kegiatan yakni untuk cabang olah raga Volley Pantai; Menyelam; serta cabang olah raga Layar. Untuk itu Pemda memberikan bantuan kepada masyarakat agar bisa merenovasi rumahnya sehingga layak untuk dijadikan penginapan bagi para atlet yang bertanding, dan setelah event PON usai, maka dapat digunakan sebagai rumah inap yang cukup nyaman bagi wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257935681882075458" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SPfwpRpusUI/AAAAAAAAATc/2RYvBqunzvA/s400/Beachvolley.jpg" border="0" /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Foto 5. : Eks Fasilitas Bola Voley Pantai&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pelestarian Penyu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping menjadi tujuan bagi wisatawan untuk berlibur, Pulau Derawan ternyata juga menjadi tujuan bagi satwa langka Penyu Hijau untuk berkembang biak dan bertelur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran penyu memang menambah daya tarik pulau ini. Sambil berenang di pantai kita bisa menyaksikan beberapa penyu besar ikut berenang-renang di bawah permukaan. Apabila beruntung, kita pun bisa berfoto bersama penyu-penyu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian pesisir pantai Pulau Derawan memang dijadikan tempat pelestarian dan penelitian Penyu. Keberadaan penyu-penyu ini diliindungi oleh pemerintah, dan pengawasannya dibantu oleh beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat, yang peduli terhadap kelestarian hewan-hewan langka. Sebagai informasi, seluruh spesies Penyu ( semuanya ada 6 spesies ) adalah termasuk dalam Appendix I CITES, yang artinya terlarang bagi kita untuk melakukan segala kegiatan penangkapan dan perdagangan spesies ini beserta seluruh produk turunannya ( daging, telur, awetan kerapas dan lain-lainnya ).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257935680788844834" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SPfwpNlFUSI/AAAAAAAAATM/pQr7IxO4Qbk/s400/derawan+senja.jpg" border="0" /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Foto 6. : Pulau Derawan menjelang senja&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Di malam hari, apabila belum mengantuk karena lelah berenang seharian, mintalah ijin kepada petugas pengawas penyu untuk dapat turut serta menyaksikan Penyu bertelur. Memang jumlah penyu yang bertelur di Pulau Derawan tidaklah sekerap di pulau tetangganya, yakni Pulau Sangalaki, namun tiap malam ada saja 1-2 ekor penyu yang bertelur, bahkan bila sedang beruntung, dapat disaksikan hingga 10 ekor penyu yang bertelur dalam satu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telur-telur yang baru dihasilkan oleh induk penyu akan langsung dipindahkan oleh petugas ke dalam lokasi penetasan khusus, guna melindunginya dari gangguan hewan-hewan predator maupun cuaca alam yang terkadang tidak mendukung. Lokasi penetasan ini juga untuk menghindari telur dari tangan-tangan tak bertanggungjawab yang hendak mengambil untuk dikonsumsi maupun memperdagangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyu adalah hewan yang amat sensitif kala hendak bertelur, sedikit saja ada gangguan di lokasi yang akan dijadikannya tempat bertelur, maka ia akan menunda naik ke daratan, menunggu sampai saatnya yang paling tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kita jangan dulu kecewa apabila tidak berkesempatan menyaksikan penyu bertelur, karena selain itu , setiap malam di Pulau Derawan, kita juga bisa melihat acara bayi-bayi penyu yang baru menetas dari telurnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257937663837109330" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SPfycpAofFI/AAAAAAAAAT0/lCrnFEYju08/s400/tukik.jpg" border="0" /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Foto 7 : Tukik&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;Bayi penyu ( atau disebut juga tukik ), yang baru lahir di penangkaran akan didata terlebih dahulu oleh petugas sebelum dilepas ke laut. Para petugas akan bersenang hati apabila kita bersedia ikut membantu melepaskan tukik-tukik ke perairan lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikan bayi penyu yang baru saja menetas juga bisa menjadi pengalaman yang amat menakjubkan. Memegang tukik-tukik yang baru lahir; lalu membantu melepasnya menuju perairan lepas; melihatnya berenang untuk kali pertama di kegelapan malam, sungguh suatu pengalaman yang amat mengharukan. Apalagi mengingat bahwa dari lebih seratusan tukik yang lahir, hanya beberapa ekor saja yang akan selamat hingga usia dewasa, yang nantinya akan kembali ke tempat dimana ia dilahirkan untuk berkembang biak.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;Bagi anak-anak, acara melepas bayi penyu ini tentunya bisa dijadikan pelajaran berharga guna membangkitkan rasa cinta kepada satwa dan pelestarian alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, keberadaan resort dan penginapan di Pulau Derawan dapat menjadi gangguan yang serius bagi upaya pelepasan tukik-tukik ke perairan. Dalam satu kesempatan melepaskan tukik, pada awal Oktober 2008 lalu, beberapa kali saya dapati tukik yang sudah dilepas ternyata naik lagi ke arah daratan, sehingga harus dibantu mengembalikannya kembali ke perairan. Rupanya sinar yang dipancarkan lampu-lampu penginapan dapat mengacaukan navigasi bayi penyu dalam usahanya mencari jalan ke lautan, yah secara naluri tukik-tukik akan selalu mencari tempat-tempat yang terang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257937658637120258" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SPfycVo28wI/AAAAAAAAATs/7OXr-MVuWr0/s400/Lepaspenyu.jpg" border="0" /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Foto 8. : Melepas Tukik di malam hari&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Demikian sekilas cerita saya tentang Pulau Derawan, yang mungkin dapat dijadikan gambaran bahwa kiranya tidaklah sulit untuk mensinergikan pengelolaan suatu kawasan, agar dapat menjadi tujuan pariwisata dengan memperhatikan perekonomian penduduknya, sekaligus menjaga kelestarian alam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9083587603400029898-7805409049475537379?l=manjidharsana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://manjidharsana.blogspot.com/feeds/7805409049475537379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9083587603400029898&amp;postID=7805409049475537379&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/7805409049475537379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/7805409049475537379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://manjidharsana.blogspot.com/2008/10/pulau-derawan.html' title='PULAU DERAWAN'/><author><name>Manji Dharsana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11189437216799626707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_OBArj1c-Tgw/SFkeZpZRXbI/AAAAAAAAABk/ThtTUdmx5Js/S220/Myprint.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SPfwo2Up2nI/AAAAAAAAATE/B-f_1PCid6s/s72-c/derawan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9083587603400029898.post-3804338934287871333</id><published>2008-07-15T08:35:00.000-07:00</published><updated>2009-02-16T18:47:12.832-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalimantan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mining'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>"YANG PENTING KOL MAENING"</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;“Yang penting kol maening pak!”, ujar Rizky, salah seorang sahabat yang selalu menemani dalam tiap kegiatan eksplorasi saya. Mulanya saya tidak mengerti apa yang dia maksud dengan pernyataannya tadi. Namun jadi jelas ketika lebih lanjut ia menceritakan bahwa baginya dan juga kawan-kawannya, bekerja di sebuah perusahaan pertambangan batubara (&lt;strong&gt;Coal Mining&lt;/strong&gt;) adalah cita-cita yang mereka dambakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sahabat-sahabat saya Rizky ; Rais ; Adar ; Eddy, (pekerja harian yang saya recruit dari penduduk sekitar lokasi proyek tempat saya bekerja), tidak perlu lah mereka kedudukan tinggi, tidak usah jabatan-jabatan dengan sebutan mentereng. Sudah lah cukup apabila mereka bisa diterima bekerja di perusahaan yang bernama belakang memiliki embel-embel ‘coal mining’, walaupun hanya sekedar posisi pekerjaan unskilled labour semacam waker, office boy, checker, helper, dan sebagainya yang tergolong strata terbawah dalam struktur organisasi kerja perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sederhana kah? Ya sesederhana itu. Pandangan Risky dan kawan-kawan dalam menggarisbawahi cita-cita dan tujuan masa depannya mungkin juga mewakili pandangan hidup sederhana dari sebagian besar masyarakat yang ada di daerah ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Mungkin saya harus banyak memaklumi pandangan tersebut. Tidak cukupnya kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi, ditambah lagi dengan seolah tertutupnya berbagai kesempatan karena ketimpangan pembangunan, membuat harapan untuk menjadi karyawan di perusahaan pertambangan (apa pun posisinya) bisa jadi merupakan suatu batu loncatan untuk mendapatkan legitimasi akan masa depan yang terjamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan saya dengan Rizky pada awal tulisan ini, berlangsung medio Juni tahun 2008, di tengah hutan belukar, di pelosok wilayah Kutai Timur, propinsi Kalimantan Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beribukota di Sangata, Kabupaten Kutai Timur dalam pengamatan saya adalah merupakan sebuah daerah yang memiliki sumber alam yang teramat kaya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Ya, .. di Kabupaten inilah terdapat lokasi &lt;strong&gt;tambang batubara terbesar di Dunia&lt;/strong&gt; yang dimiliki oleh &lt;strong&gt;PT. KALTIM PRIMA COAL (KPC).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303583952984164818" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 350px; CURSOR: hand; HEIGHT: 263px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZodgXIVSdI/AAAAAAAAAXw/9vvWx_3Y4u4/s400/Pit_J_KPC.bmp" border="0" /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Foto 1. Kegiatan di salah satu lokasi tambang KPC.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;PT. KPC ini sendiri kepemilikan sahamnya dikuasai oleh BUMI RESOURCES, yang membeli 95% saham kepemilikan dari konsorsium Beyond Petroleum (UK) dan Rio Tinto (UK &amp;amp; Australia), dan belakangan &lt;strong&gt;BUMI RESOURCES&lt;/strong&gt; menjual 30% sahamnya di PT. KPC dan &lt;strong&gt;PT. ARUTMIN&lt;/strong&gt; kepada Tata Group dari India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan BUMI RESOURCES, sahamnya dimiliki oleh &lt;strong&gt;Bakrie Capital Indonesia&lt;/strong&gt; yang merupakan salah satu anak perusahaan dari &lt;strong&gt;Kelompok Usaha Bakrie&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai perusahaan yang memiliki tambang batubara terbesar di dunia (dalam satu lokasi), KPC memiliki kinerja produksi yang luar biasa besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempekerjakan 3645 ORANG karyawan dan meliputi area kerja tambang seluas 90.938 ha, KPC menghasilkan produksi batubara sekitar 50 juta ton pertahunnya (2006 memproduksi 38,8 juta ton). Dan dengan harga pasaran batubara saat ini di kisaran US $ 65 per ton (masih mungkin naik, seiring naiknya harga minyak mentah dunia), bisa dibayangkan bagaimana makmurnya perusahaan ini. Dapat dikatakan hingga saat ini, KPC lah yang merupakan motor utama penggerak laju perekonomian di Kabupaten Kutai Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengunjungi perumahan karyawan KPC di Kota Sangata dan Tanjung Bara (khusus level manajer &amp;amp; Ekspatriat) bisa dilihat jajaran rumah yang tertapa amat rapih, terawat, serta lengkap dengan berbagai sarana dan prasarana yang amat memadai, seperti Sekolah, Sekolah Internasional, Sarana Penjernihan Air, rumah sakit, rumah ibadah, gedung pertemuan, sarana olahraga, dan ruang terbuka (Town Hall), menjadi cermin bahwa kemakmuran perusahaan tersebut juga mengalir bagi kemakmuran karyawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sudahkan kemakmuran itu bisa juga dirasakan oleh Rizky dan kawan-kawannya? Apakah kemakmuran hanya mengalir bagi karyawan KPC atau pun anggota keluarganya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya KPC adalah perusahaan yang bijak, bisa terlihat dari banyaknya dukungan dan sumbangan perusahaan ini bagi pembangunan banyak sarana dan prasarana fisik di wilayah Kutai Timur ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga percaya bahwa KPC adalah perusahaan yang bersih, yang taat untuk membayar pajak, serta royalty kepada pemerintahan pusat maupun daerah, yang tentu nantinya diharapkan dapat tersalur kepada masyarakat luas. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Saya pun yakin bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur juga telah berusaha menyalurkan pendapatan daerahnya untuk memajukan wilayah yang mereka pimpin. Buktinya bisa dilihat, pembangunan komplek Bukit Pelangi yang merupakan komplek gedung perkantoran bagi Pemda Kutai Timur. Komplek ini dibangun dengan amat megah, berikut sarana jalan rayanya yang lurus rapih dan beraspal mulus. Dapat lah komplek ini disejajarkan dengan komplek Gedung Perkantoran Pemda Kutai Kertanegara, yang merupakan gedung kantor pemerintahan daerah tingkat dua termegah di Indonesia.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303584965602172098" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 266px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZoebTbR3MI/AAAAAAAAAX4/vuTZ4EPCcs4/s400/bp7.bmp" border="0" /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;Foto 2. Rambu Menuju Bukit Pelangi.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303588340618345970" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 350px; CURSOR: hand; HEIGHT: 232px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZohfwV1vfI/AAAAAAAAAYA/eIuFd_YD_4U/s400/bp6.bmp" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Foto 3. Jalan Menuju Bukit Pelangi, latar belakang komplek Bukit Pelangi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Namun di sisi lain yang berlawanan, masih banyak saya jumpai bahwa masyarakat di wilayah ini sebagiannya adalah masyarakat kurang mampu, yang hanya menjadi penonton pasif bagi kemakmuran bumi yang mereka pijak. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Mulusnya jalan di komplek Bukit Pelangi terlihat amat kontras dengan akses jalan di Kutai Timur di luar kota Sangata, terutama akses dari arah Bontang dan Wahau yang penuh dengan lubang-lubang besar dan berlumpur bila tersiram hujan. Itulah sebabnya, tak heran, kenapa Kutai Timur gagal berperan serta menjadi salah satu kabupaten penyelenggara kegiatan pertandingan di PON 2008 yang saat ini sedang berlangsung di Samarinda dan kota-kota lain di Kalimantan Timur.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303590180521097698" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 350px; CURSOR: hand; HEIGHT: 232px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZojK2g1ueI/AAAAAAAAAYI/Vb-nj91e61k/s400/Sangata_Jalan.bmp" border="0" /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;Foto 4. Jalan Di Kutai Timur&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Adakah kekayaan alam kita ini sudah diusahakan sebesar-besarnya bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat?, seperti yang diamanatkan dalam Undang-undang Dasar Negeri Ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah pergulatan pertanyaan di atas, termenung saya mendapati berita mengenai perseteruan antara PEMERINTAH PUSAT dengan pihak BUMI RESOURCES, perihal kepemilikan saham di KALTIM PRIMA COAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berita itu disebutkan bahwa menurut perjanjian kontrak pada tahun 2002, semestinya KPC sudah harus menjual 51% sahamnya kepada pemerintah pusat yang nantinya sebanyak 31% akan diberikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Entah karena sebab apa dan entah menyangkut kepentingan siapa, hingga kini Bumi Resources / KPC tampak masih enggan untuk melaksanakan kewajibannya tersebut, sehingga berlarut-larutnya penyelesaian permasalahan ini membuat pemerintah kita lantas mengajukan persoalan tersebut ke pengadilan Arbitrase Internasional di New York.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah bagi saya membayangkan betapa jauh lebih besar keuntungan yang bisa didapat apabila sejak tahun 2002 lalu, 51% saham kepemilikan KPC telah dapat dikuasai pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten Kutai Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, di tengah kegalauan, terbelalak mata saya membaca sebuah berita, mengenai salah seorang petinggi kita ; yang adalah pemilik dari suatu kelompok usaha besar ; yang menguasai saham pada sebuah perusahaan yang bernama Bumi Resources, dinobatkan menjadi &lt;strong&gt;Orang Paling Kaya se Asia Tenggara tahun 2008&lt;/strong&gt; (versi salah satu majalah ekonomi terkemuka), sementara itu di hadapan saya Rizky masih mencoba berkelakar tentang cita-cita sederhananya:”Yang penting kol maening Pak!”.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sumber Data :&lt;br /&gt;1. Blog Achmad Bintoro (&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.achmadbintoro.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;www.achmadbintoro.blogspot.com&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;)&lt;br /&gt;2. TEMPO Interaktif, Jakarta: ‘KPC diadukan ke Bapepam’, Jum’at 02 Maret 2007.&lt;br /&gt;3. Laporan Tahunan KPC 2006 : &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kpc.co.id/"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;www.kpc.co.id&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;4. Foto-foto : Badan Pengelola Bukit Pelangi : bp.kutaitimur.go.id, dan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9083587603400029898-3804338934287871333?l=manjidharsana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://manjidharsana.blogspot.com/feeds/3804338934287871333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9083587603400029898&amp;postID=3804338934287871333&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/3804338934287871333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/3804338934287871333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://manjidharsana.blogspot.com/2008/07/yang-penting-kol-maening.html' title='&quot;YANG PENTING KOL MAENING&quot;'/><author><name>Manji Dharsana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11189437216799626707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_OBArj1c-Tgw/SFkeZpZRXbI/AAAAAAAAABk/ThtTUdmx5Js/S220/Myprint.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZodgXIVSdI/AAAAAAAAAXw/9vvWx_3Y4u4/s72-c/Pit_J_KPC.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9083587603400029898.post-6720048306818160951</id><published>2008-07-11T03:15:00.000-07:00</published><updated>2009-02-16T19:33:42.220-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>UKURAN vs DURASI</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Pagi ini saya menerima sebuah email dari seorang kawan nun jauh di benua Amerika sana, berita yang saya terima adalah sebuah berita kematian. Namun Inilah berita kematian yang tidak saya sambut dengan rasa duka, sebuah berita duka cita (kalo boleh dibilang begitu) yang sambut dengan senyum geli bahkan hampir tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pasal ? , karena tokoh yang meninggal ini, meski pun akrab namanya di telinga saya, namun saya lebih mengenangnya dari joke-joke yang sering saya dengar dan juga dari komentar-komentar ngawur sekitar kepiawaian tokoh yang meninggal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saya baru saja menerima berita tentang meninggalnya Mak Erot, yang berpulang tanggal 28 Juni 2008 lalu, pada usia yang diperkirakan mencapai 131 thn. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303602109659842146" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 285px; CURSOR: hand; HEIGHT: 262px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZouBOBJhmI/AAAAAAAAAYQ/Ly6T4QQxUCA/s400/Mak+Erot.bmp" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Foto 1. : Mak Erot&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Tulisan saya ini tidak hendak mengenang pribadi Mak Erot di massa hidupnya, atau pun menjadi obituary bagi kepulangannya, karena saya memang tidak mengenal beliau secara langsung maupun secara pribadi. Dan saya juga bukan salah seorang pasiennya, samasekali bukan. Bahkan saya tidak tahu harus mengkonfirmasi kepada siapa mengenai berita meninggalnya si Emak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita meninggalnya Mak Erot akhirnya saya dapat setelah mencari di search engine, itu pun tanggal meninggal beliau masih simpang siur, karena ada yang mengatakan tanggal 5 Juli 2008, tapi ada juga yang menyebutkan tanggal 28 Juni 2008 seperti yang saya terima melalui email. Tampaknya si Emak, dalam meninggalnya pun masih memberikan aura misterius bagi masyarakat di seputar tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu sekali, saya mengira Bahwa Mak Erot ini hanyalah salah satu tokoh rekaan atau pun mitos dalam sejumlah joke yang saya dengar, sampai akhirnya saya sadari bahwa Mak Erot ternyata adalah tokoh yang nyata &amp;amp; eksis, kala suatu kali saya melihat acara Talk Show di televisi menghadirkan Mak Erot sebagai bintang tamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran saya mengenai sosok Mak Erot yang erotis pun seketika sirna, yang saya saksikan adalah sosok wanita yang sudah teramat berumur dan renta, namun dengan segala keluguannya, beliau terlihat amat piawai menjawab pertanyaan dari pembawa acara, meski untuk itu beliau membutuhkan cucunya guna menterjemahkan pertanyaan si pembawa acara dalam bahasa Indonesia ke bahasa Sunda. (konon, episode talkshow ini sampai ditayangkan ulang oleh stasiun televisi, karena banyaknya permintaan dari pemirsa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah wawancara, acara talk show tersebut dilengkapi pula dengan ilustrasi bahwa di sepanjang jalan menuju ke desanya - Kampung Cigadok, Kecamatan Cisolok , Pelabuhan Ratu - bertaburan klinik-klinik traditional yang mengaku-ngaku sebagai kerabat, anak, cucu atau pun kemenakan Mak Erot. Semua memanfaatkan ketenaran dari si emak, tentunya dengan harapan dapat menjaring keuntungan dari berduyunnya masyarakat yang hendak menjalani pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, mengenang Mak Erot, adalah melihat suatu simbol yang mewakili sebuah dunia yang amat menghamba pada kehidupan keduniawian yang bermuara pada Seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seks, bagi sebagian masyarakat memang dibicarakan dengan amat sembunyi-sembunyi, namun bagi sebagian lagi, membicarakan seks bukanlah hal tabu. Dengan amat terbuka, seks hadir dalam ruang-ruang diskusi di televisi, radio, majalah, Koran dan juga dalam rumpie-rumpie santai di café maupun resto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ini lah sebuah dunia yang hedonis, kenikmatan duniawi menjadi tujuan dalam segala hal, kenikmatan surgawi dunia merupakan puncak yang setiap kali harus didaki. Maka dari situlah, sejak lama, Mak Erot, obat penguat, obat perangsang, sex magazine, sex toys, sex shop dan segala macam industri ‘hiburan’ yang coba melayani kepuasan napsu purba manusia tersebut, bisa sangat eksis, tidak hanya di dunia barat yang memang secara cultural lebih terbuka , namun juga dalam masyarakat Indonesia yang lebih ‘tertutup’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamu kuat, Jamu sehat, Galian Singset atau pun rapat wangi, hanyalah beberapa contoh saja yang bisa kita sebutkan dari industri tradisional kita yang secara malu-malu memposisikan produknya sebagai ramuan yang mampu meningkatkan kwalitas hubungan suami istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada Mak Erot, orang-orang banyak membicarakan keahliannya yang telah menjadi legenda itu yakni, memperbesar …… (tidak usah diperjelas lah .. sudah pada tahu kan ). Dilegendakan bahwa saking mumpuninya kemampuan si emak, bagi siapa yang menginginkan ukuran setara tabung lemang * pun tidak masalah baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahahaha apakah sepenting itu masalah ukuran. Apakah ukuran besar menjadi jaminan untuk memberi kebahagiaan bagi pasangan. Dalam sesi wawancara di acara talk show yang saya ceritakan di awal tulisan ini, sempat diwawancarai salah seorang yang pernah mendapat ‘pertolongan’ dari ME, dan jawabannya adalah : ‘demi menyenangkan pasangan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujurkah jawaban tersebut ?? apa kah memang banyak wanita yang menuntut demikian sehingga pengobatan ala ME ini kok laris manis tanjung kimpul. Atau kah memang si lelakinya saja yang gak percaya diri sehingga merasa perlu untuk merubah standard ukuran yang sudah dianugrahkan oleh Sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang kawan wanita yang pernah saya tanyakan hal ini malah menjawab dengan sewot dan dia bilang seperti ini : “Kalo ada pria yang datang ke Mak Erot, pasti memang dasar otaknya aja yang ngeres”, “kebanyakan nonton Film Biru” katanya pula, “Kalo emang untuk menyenangkan pasangan, gak usah ke Mak Erot, di atas semua itu, sisi psikologis dalam berhubungan justru merupakan hal yang lebih penting daripada sekadar memperbesar ukuran” lanjutnya, masih sambil sewot, mempertegas argumentasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir diskusi, kawan saya tadi juga menambahkan : “lebih penting Durasinya dong, buat apa Big Size kalo Cuma bisa dipakai satu menit”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tertawa, mendengar argumentasi terakhir dari kawan tadi. Kalau dicermati memang ada benarnya, dan mungkin hal itulah yang tidak disadari oleh pria-pria pasien Mak Erot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apapun argumentasinya, percaya atau tidak percaya, nama Mak Erot telah menjadikan Kecamatan Cisolok – Pelabuhan Ratu menjadi salah satu tujuan pengobatan alternative yang cukup terkenal, dan banyak dikunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah potongan berita seputar meninggalnya Mak Erot yang saya dapat dari OkeZone.Com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;……………………..&lt;br /&gt;……………………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;em&gt;Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, Mak Erot menghembuskan nafas terakhirnya di saat usianya menginjak 131 tahun. Jasad Mak Erot di makamkan di kampung halamannya di Kampung Cigadog, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;em&gt;Di usia lanjutnya, Mak Erot telah mempercayakan usaha pengobatan memperbesar alat kelamin pria itu kepada sejumlah putra-putrinya. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;em&gt;"Usaha pengobatannya banyak tersebar di beberapa daerah, bukan hanya di Jakarta atau Jabar. Tapi juga luar provinsi lainnya. Ini sudah lama dikembangkan oleh anak-anaknya yang mungkin menuruni ilmu Mak Erot," tutur Anwar.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;em&gt;Keberadaan Mak Erot di wilayah Kecamatan Cisolok ini, telah menjadi salah satu faktor melambungnya nama Kabupaten Sukabumi di mata penduduk luar daerah. Nama Mak Erot banyak tersebar di sejumlah papan nama balai pengobatan tradisional yang menjamur di sepanjang jalur utama Kabupaten Sukabumi. Bahkan di Kecamatan Cisolok, nama Mak Erot telah menjadi aset bagi para tukang ojek atau angkutan umum untuk mencari penumpang. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;em&gt;"Nama Mak Erot selalu bergema di terminal Cisolok. Ini biasa dilakukan oleh para tukang ojek dalam menyambut kedatangan warga luar daerah. Secara tidak langsung nama Mak Erot telah menjadi aset bagi mereka untuk mencari nafkah," tutur Nuril Arifin, tokoh pemerhati budaya dan kepercayaan masyarakat. &lt;strong&gt;(Toni Kamajaya/Sindo/fit)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Selamat jalan Mak Erot, selamat beristirahat, saya percaya Emak tidak perlu buka praktek lagi di alam sana… Maaf kan saya ketika tadi pagi tertawa saat mendapat kabar meninggalnya Emak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Keterangan :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;1. &lt;strong&gt;Lemang&lt;/strong&gt; : Sejenis penganan yang terbuat dari ketan dengan bumbu santan dan rempah, dimasak dengan cara dibakar dalam satu tabung ruas bambu seukuran lengan orang dewasa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;2. &lt;strong&gt;Foto&lt;/strong&gt;, saya dapat dari kiriman email kawan saya, tidak dijelaskan sumber dan siapa pemilik foto tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9083587603400029898-6720048306818160951?l=manjidharsana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://manjidharsana.blogspot.com/feeds/6720048306818160951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9083587603400029898&amp;postID=6720048306818160951&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/6720048306818160951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/6720048306818160951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://manjidharsana.blogspot.com/2008/07/ukuran-vs-durasi.html' title='UKURAN vs DURASI'/><author><name>Manji Dharsana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11189437216799626707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_OBArj1c-Tgw/SFkeZpZRXbI/AAAAAAAAABk/ThtTUdmx5Js/S220/Myprint.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZouBOBJhmI/AAAAAAAAAYQ/Ly6T4QQxUCA/s72-c/Mak+Erot.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9083587603400029898.post-5314743473726821504</id><published>2008-07-06T16:07:00.000-07:00</published><updated>2009-02-16T19:47:58.110-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kartun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Joke'/><title type='text'>Body Painting</title><content type='html'>&lt;div&gt;Sementara Lihat kartun saya aja dulu yah ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303606315608218018" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 233px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZox2CZYmaI/AAAAAAAAAYY/TjRwu66ngds/s400/Bodypainting.bmp" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_OBArj1c-Tgw/SHFQjREctSI/AAAAAAAAAFg/Cuqa3q3Bj4E/s1600-h/Bodypainting.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9083587603400029898-5314743473726821504?l=manjidharsana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://manjidharsana.blogspot.com/feeds/5314743473726821504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9083587603400029898&amp;postID=5314743473726821504&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/5314743473726821504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/5314743473726821504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://manjidharsana.blogspot.com/2008/07/body-painting.html' title='Body Painting'/><author><name>Manji Dharsana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11189437216799626707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_OBArj1c-Tgw/SFkeZpZRXbI/AAAAAAAAABk/ThtTUdmx5Js/S220/Myprint.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZox2CZYmaI/AAAAAAAAAYY/TjRwu66ngds/s72-c/Bodypainting.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9083587603400029898.post-4760823113363056331</id><published>2008-06-22T04:51:00.000-07:00</published><updated>2009-02-17T01:02:50.285-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Joke'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>UANG</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Pertama-tama perlu saya sampaikan dulu di sini, bahwa saya bukanlah seorang ahli ekonomi atau pun ahli masalah keuangan. Saya juga bukan ahli monoter atau pun ahli finansial, dan saya teramat tidak mumpuni memanajemen keuangan bahkan untuk keuangan pribadi sekalipun. Satu-satunya keahlian saya soal uang adalah dalam hal membelanjakannya sampe ludes des des des.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ahli dalam menguras isi kantong sendiri, saya juga suka mengamati desain gambar yang terdapat di lembaran uang kertas, apalagi pada saat-saat uang di dompet cuma tinggal selembar. Dari kebiasaan itu saya menemukan beberapa keunikan desain mata uang kita yang kemudian sering saya jadikan &lt;em&gt;joke&lt;/em&gt; kepada kawan-kawan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Dan tanpa bermaksud melecehkan mata uang Negara kita, ijinkan saya untuk coba menampilkan beberapa diantaranya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Joke 1&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Dari lembaran uang tahun 80-an Coba perhatikan pecahan uang kertas Rp. 5.000,- di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/span&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303651920084895282" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 196px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZpbUkT6hjI/AAAAAAAAAYg/T5QglhWZLo0/s400/Uang_5000_1980.bmp" border="0" /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Bisa kah kita melihat bahwa ternyata ada tulisan kata “&lt;strong&gt;TOP&lt;/strong&gt;” di dalam gambar uang yang saya tampilkan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba cari dengan seksama tulisan yang saya maksud ..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;......................................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;......................................&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Apakah sudah ketemu??, kalo belum boleh lah saya beri sedikit petunjuk. Perhatikan pada paruh sebelah kanan lembaran uang tersebut, seperti di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303651925502036594" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 245px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZpbU4fdinI/AAAAAAAAAYo/q6bdUOe6HKM/s400/5001.bmp" border="0" /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Nah sudah bisa terbaca atau belum? Kalo belum ketemu nih sedikit lagi saya beri petunjuk : coba konsentrasi pada tandatangannya Direktur Bank Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;.........................................&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;.........................................&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303651923550022402" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 204px; CURSOR: hand; HEIGHT: 110px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZpbUxOEKwI/AAAAAAAAAYw/gxdYHMJV1xo/s400/5002.bmp" border="0" /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Jreennnggg .....&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; sudah terbaca donk tulisan “TOP” pada gambar di atas. Wah kalo ada yang belum bisa menemukan, coba putar balik uang kita, sehingga menjadi tampak seperti di bawah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;..........................................&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;..........................................&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;..........................................&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303651929103276610" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 204px; CURSOR: hand; HEIGHT: 110px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZpbVF6EGkI/AAAAAAAAAY4/qCj6owTl7p4/s400/5003.bmp" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Kalo sudah dilihat dengan cara ini jadi jelas kan! Nah mungkin karena ada tulisan “&lt;strong&gt;TOP&lt;/strong&gt;” itu lah makanya di tahun 80-an, seingat saya, mata uang kita memiliki nilai tukar yang lebih stabil daripada sekarang hehehe …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;JOKE 2.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Masih dari lembaran uang kertas tahun 80-an, coba lihat uang pecahan Rp. 1.000,- di bawah ini :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303683728974456146" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 191px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZp4QFqKpVI/AAAAAAAAAZA/zn9KnyzZ6Vc/s400/1000_Rupiah_80.bmp" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_OBArj1c-Tgw/SF5DpOhdcTI/AAAAAAAAAEo/z-U2Tg-K1aw/s1600-h/IndonesiaP124-1000Rupiah-1987_f.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Selain lukisan sosok pahlawan Sisingamangaraja, ternyata masih ada lagi loh 2 sosok yang tersembunyi pada gambar di atas, mau tahu??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba lipat uang kertas kita jadi seperti contoh di bawah ini :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303683738764793858" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 179px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZp4QqIXWAI/AAAAAAAAAZI/z-wC6iZAU8g/s400/10001.bmp" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_OBArj1c-Tgw/SF5FwDZB1SI/AAAAAAAAAEw/6V4bGTGZyPo/s1600-h/10001.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Sampai di sini si tokoh yang saya maksud masih bersembunyi, dan belum menampakkan dirinya. Lanjutkan dengan melipat separuh bagian atasnya, jadi tampak seperti di bawah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;................................&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;................................ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303683744346969538" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 181px; CURSOR: hand; HEIGHT: 138px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZp4Q-7QlcI/AAAAAAAAAZQ/zMhAk0cjMpg/s400/10002.bmp" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Sebenarnya sampai tahap ini kita sudah mulai bisa menebak-nebak tokoh yang kira-kira akan muncul, tapi simpan dulu tebakan kita, lalu putar lipatan uang jadi seperti berikut :&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;.....................................&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;.....................................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303685642436271474" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 181px; CURSOR: hand; HEIGHT: 95px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZp5_d3A3XI/AAAAAAAAAZY/zyM2fImuM_0/s400/10003.bmp" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Nah si tokoh kita sudah muncul tuh .. hehehehe .. dan ternyata tokoh itu adalah … &lt;strong&gt;Mike “Si Leher Beton” Tyson &lt;/strong&gt;.. tapi Cuma jidatnya &lt;em&gt;doang&lt;/em&gt;. Sedangkan menurut seorang teman itu bukanlah jidat Mike Tyson, "itu &lt;em&gt;sih &lt;/em&gt;jidatnya si &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Arnold Schwazeneger&lt;/strong&gt;", &lt;/em&gt;katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Kalau di era sekarang, mungkin orang yang melihat gambar diatas akan mengatakan bahwa itu adalah rambut cepak dan jidat kepunyaan &lt;strong&gt;Mas Tukul Arwana &lt;/strong&gt;hehehehe.... “Puas …Puas !!…. tak sobek-sobek.!!.”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah itu baru satu tokoh, lalu mana tokoh yang satu lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencari tokoh lainnya, tanpa membuka lipatan, coba lihat pada bahagian sebaliknya, yang akan menampakkan gambar seperti berikut ini :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303685643768281650" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 181px; CURSOR: hand; HEIGHT: 202px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZp5_i0lujI/AAAAAAAAAZg/cN2NQHMA3Do/s400/10004.bmp" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Setelah itu putarkan posisinya menjadi seperti di bawah ini &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;p align="center"&gt;………..............................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;………..............................&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303685646080503602" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 181px; CURSOR: hand; HEIGHT: 116px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZp5_rb3bzI/AAAAAAAAAZo/cFE7w8F6tVg/s400/10005.bmp" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Akhirnya, dengan sedikit pikiran &lt;em&gt;ngeres,&lt;/em&gt; tidak sulit bagi saya untuk mendapatkan gambaran body wanita seksi yang sebagian cuma berlilitkan handuk. Hehehehe Setuju nggak? Nah kalo sudah mendapatkan gambaran yang sama, sekarang tinggal terserah kita saja hendak membayangkan siapa kira-kira tokoh dalam gambar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo boleh berimagin&lt;strong&gt;&lt;em&gt;asoy&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, dalam bayangan saya itu adalah gambar ..... &lt;strong&gt;Mbak Ayu Ashari&lt;/strong&gt; !! …. hehehehehe .. (Aduh mohon Maaf ya Mbak Ayu … saya sekadar bercanda loh.. tidak ada maksud kurang ajar atau pun ber-&lt;strong&gt;pornoaksara&lt;/strong&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya masih memiliki beberapa &lt;em&gt;Joke&lt;/em&gt; yang idenya datang dari uang Rupiah kertas kita, tapi karena takut tulisan ini menjadi terlalu berkepanjangan, sementara ini cukup 2 &lt;em&gt;Joke&lt;/em&gt; dulu. Semoga nanti masih dapat saya lanjutkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Salam Hangat,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9083587603400029898-4760823113363056331?l=manjidharsana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://manjidharsana.blogspot.com/feeds/4760823113363056331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9083587603400029898&amp;postID=4760823113363056331&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/4760823113363056331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/4760823113363056331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://manjidharsana.blogspot.com/2008/06/uang.html' title='UANG'/><author><name>Manji Dharsana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11189437216799626707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_OBArj1c-Tgw/SFkeZpZRXbI/AAAAAAAAABk/ThtTUdmx5Js/S220/Myprint.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZpbUkT6hjI/AAAAAAAAAYg/T5QglhWZLo0/s72-c/Uang_5000_1980.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9083587603400029898.post-1192460711717653836</id><published>2008-06-10T04:04:00.000-07:00</published><updated>2009-02-17T16:42:25.216-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Efek Kata-kata Positif</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Beberapa bulan ini saya sedang tertarik dengan beberapa buku yang mengangkat tema mengenai pikiran manusia yang dapat memberi pengaruh signifikan bagi hal-hal fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua buah buku yang paling menarik saya baca adalah : “The Secret” yang ditulis oleh Rhonda Byrne dan lainnya adalah “Quantum Ikhlas” dari Erbe Sentanu. Keduanya mengangkat tema yang sama, perbedaannya (menurut saya) hanyalah bahwa “The Secret” ditulis dari sudut pandang “Barat” sedangkan Quantum Ikhlas lebih “Timur”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya tidak ada masalah dari sudut pandang kedua buku tersebut, tidak ada yang perlu dipertentangkan karena mengangkat dan berangkat dari pemahaman yang sama mengenai Materi Fisik dan Non Fisik (Quantum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mempraktekkan apa yang tertulis dalam kedua buku tersebut, dan ternyata apa yang tertulis dalam kedua buku tersebut memang benar-benar terjadi dalam kehidupan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya ingin sekali berbagi pengalaman saya tersebut kedalam blog saya ini, namun saya masih ragu apakah hal-hal semacam yang saya alami ini dapat diterima atau kah tidak. Namun ditengah keraguan saya, tiba-tiba masuk ke dalam millis saya sebuah surat elektronik dari saudara Hans Felix yang membagikan pengalamannya mengenai eksperimennya yang membuktikan pengaruh Positif kata-kata (Do’a) terhadap Nasi sisa (Fisik) yang disimpan dalam botol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berterimakasih kepad Hans Felix yang telah mau berbagi, dan untuk itu saya menempatkan ke dalam blog saya tulisannya tersebut, dengan harapan bahwa eksperimen yang dilakukannya dapat dibaca oleh lebih banyak lagi pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah Surat dari Hans Felix, yang saya muat seperti aslinya tanpa penyuntingan apapun dari saya, kecuali pada ukuran fotonya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;From : &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a title="hans.felix@banksinarmas.com" href="http://us.mc511.mail.yahoo.com/mc/compose?to=hans.felix@banksinarmas.com" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Hans Felix&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Sent : Thursday, May 29, 2008 8:27 AM&lt;br /&gt;Subject : FW: Efek Kata-Kata Negatif dan Kata-Kata Positif&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya kita semua mulai mengendalikan Kata-kata yang keluar dari mulut kita dengan Kata-Kata yang Positif dan Baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengarkan info tentang pengaruh Kata-Kata Negatif terhadap Air yang ditulis dalam buku " The Hidden Messages in Water " karya Masaru Emoto dan pada halaman 31 buku tersebut disebutkan tentang banyaknya orang yg melakukan percobaan, sayapun tertarik untuk melakukannya sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempatkan Nasi sisa yg sdh didiamkan semalaman kedalam 2 toples dgn jumlah yg sama, kemudian ditutup rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing toples di tempelin label yg berisi kata2 sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Toples A&lt;/strong&gt; : " Kamu Pintar, Cerdas, Cantik, Baik, Rajin, Sabar, Aku Sayang Padamu, Aku Senang Sekali Melihatmu, Aku Ingin Selalu di dekatmu, I LOVE YOU, Terima Kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Toples B&lt;/strong&gt; : " Kamu Bodoh, Goblok, Jelek, Jahat, Malas, Pemarah, Aku Benci Melihatmu, Aku Sebel Tidak mau dekat dekat kamu "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303693083333555010" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 261px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZqAwlXK80I/AAAAAAAAAZw/-cpz5suMEk0/s400/botol1.bmp" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;2 botol ini saya letakkan terpisah dan pada tempat yg sering dilihat, saya pesan pada istri, anak, dan pembantu untuk membaca label pada botol tersebut setiap kali melihat botol2 tersebut.&lt;br /&gt;Dan inilah yang terjadi pada nasi tersebut setelah 1 minggu kemudian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303693093940768626" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 239px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZqAxM4IL3I/AAAAAAAAAZ4/8cmoCRSnTbY/s400/botol2.bmp" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303693097695603250" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 234px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZqAxa3WajI/AAAAAAAAAaA/OVbD1DFjMxw/s400/botol3.bmp" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasi dalam botol yg di bacakan kata-kata Negatif ternyata cepat sekali berubah menjadi busuk dan berwarna hitam dgn bau yg tidak sedap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Nasi dalam botol yg di bacakan kata-kata Positif masih berwarna putih kekuningan dan baunya harum seperti ragi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah Silahkan teman-teman mencobanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di buku di katakan ada yg mencoba dgn tiga botol dimana botol ketiga tidak di beri label apa2 alias diabaikan / tidak diperdulikan, dan ternyat beras dlm botol yg diabaikan membusuk jauh lebih cepat dibandingkan botol yg dipapar kata " Kamu Bodoh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan apa yang akan terjadi dengan anak-anak kita, pasangan hidup kita, rekan-rekan kerja kita, dan orang-orang disekeliling kita, bahkan binatang dan tumbuhan disekeliling kita pun akan merasakan efek yang ditimbulkan dari getaran-getaran yg berasal dari pikiran, dan ucapan yang kita lontarkan setiap saat kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sebaiknya selalulah sadar dan bijaksana dalam memillih kata-kata yg akan keluar dari mulut kita, demikian juga kendalikanlah pikiran-pikiran yg timbul dalam batin kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Note : jika anda merasa tulisan ini bermanfaat utk orang lainnya silahkan forward sebanyak2nya kepada rekan2 anda, semoga dapat menimbulkan hal yg bermanfaat buat mereka. Terima kasih&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regards,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hans Felix&lt;br /&gt;PT. Bank Sinarmas KC Zainul Arifin&lt;br /&gt;Jl. Zainul Arifin, Komplek Ketapang Indah B1 No. 15-16&lt;br /&gt;Telp : 021 - 2600900&lt;br /&gt;Direct : 088 - 1234 0746&lt;br /&gt;Fax : 021 - 2600460&lt;br /&gt;HP : 0815 - 11 20 30 30 / 088 - 188 288 38&lt;br /&gt;Email : &lt;a href="http://us.mc511.mail.yahoo.com/mc/compose?to=hans.felix@banksinarmas.com" target="_blank"&gt;http://us.mc511.mail.yahoo.com/mc/compose?to=hans.felix@banksinarmas.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Website : &lt;a href="http://www.banksinarmas.com/" target="_blank"&gt;http://www.banksinarmas.com/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9083587603400029898-1192460711717653836?l=manjidharsana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://manjidharsana.blogspot.com/feeds/1192460711717653836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9083587603400029898&amp;postID=1192460711717653836&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/1192460711717653836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/1192460711717653836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://manjidharsana.blogspot.com/2008/06/efek-kata-kata-positif.html' title='Efek Kata-kata Positif'/><author><name>Manji Dharsana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11189437216799626707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_OBArj1c-Tgw/SFkeZpZRXbI/AAAAAAAAABk/ThtTUdmx5Js/S220/Myprint.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZqAwlXK80I/AAAAAAAAAZw/-cpz5suMEk0/s72-c/botol1.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9083587603400029898.post-3083106102758044026</id><published>2008-06-07T23:26:00.000-07:00</published><updated>2009-02-17T17:16:14.179-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>HARGA BBM BIKIN MURUNG</title><content type='html'>&lt;div&gt;Saya adalah salah seorang yang amat mengeluh saat mengalami kenaikan harga bbm pada akhir 2005 lalu, bagaimana tidak, harga bensin premium yang naik menjadi Rp. 4500 per liter dari sebelumnya Rp. 2.500,- sempat membuat saya harus menata ulang pengeluaran bulanan, dan bahkan hampir-hampir berniat menjual mobil pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun akhirnya keluhan saya di kemudian hari bisa berubah, tatkala medio desember 2007 lalu saya ditugaskan untuk bekerja di sebuah kota yang bernama Puruk Cahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit informasi bagi yang belum pernah mengenal Puruk Cahu, bolehlah saya memperkenalkan. Kota ini adalah ibukota dari Kabupaten Murung Raya, kalo masih belum juga mengenal Kabupaten Murung Raya, baiklah saya tambahkan sedikit lagi, Kabupaten Murung Raya adalah salah satu Kabupaten di Propinsi Kalimantan Tengah. Nah tentunya anda telah memiliki sedikit gambaran, dan supaya lebih jelas lagi, letaknya adalah di hulu sungai Barito, yang dahulu merupakan wilayah kabupaten Barito Utara sebelum diadakan pemekaran wilayah.&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303935982148750194" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZtdrJ9ji3I/AAAAAAAAAaw/9YvYRJozWLw/s400/Senja_Barito.bmp" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kembali ke soal harga BBM. Ternyata di Puruk Cahu dan daerah-daerah lainnya di Kabupaten Murung Raya, penduduknya sudah terbiasa dengan harga BBM yang tinggi. Saat itu (Maret 2008) harga bensin premium berkisar antara Rp. 7.500 sampai Rp. 9.500, jauh di atas harga resmi pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga bensin premium termahal terjadi pada penghujung Desember 2007 yang lalu. Jelang liburan akhir tahun, ditambah dengan isu-isu pembatasan penjualan bensin premium di Ibukota Jakarta, telah membuat harga bensin premium di daerah ini naik gila-gilaan hingga mencapai Rp. 15,000 per liternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZtb88-0YRI/AAAAAAAAAao/a1nzEtZVa6o/s1600-h/Senja_Barito.bmp"&gt;&lt;/a&gt;Kalo anda berpikir di daerah ini sangat banyak terdapat mobil dan kendaraan bermotor lainnya, anda salah. Sebagai gambaran saja di kota Puruk Cahu, saking sedikitnya kendaraan bermotor, jalan-jalan raya di kota ini hingga sekarang belum memerlukan adanya lampu pengatur lalu lintas atau trafic light. Tentu bisa di bayangkan bagaimana sepinya kota ini. Transportasi utama yang menghubungkan daerah ini daengan daerah-daerah lainnya adalah melalui jalur pelayaran sungai menyusuri Sungai Barito.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Letaknya yang sangat jauh di pedalaman kalimantan, ditambah dengan sarana transportasi darat yang tidak memadai, serta strategi distribusi dari PERTAMINA yang tidak mendukung, mengakibatkan segala kegiatan pendistribusian BBM haruslah ditanggung dan dilaksanakan sendiri oleh masyarakat, melalui pedagang-pedagang partai besar, yang kemudian meneruskan ke pedagang yang lebih kecil hingga ke pengecer. Inilah yang membuat harga BBM menjadi teramat mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya SPBU yang ada di kota Puruk Cahu, adalah milik PEMDA Kabupaten MURUNG RAYA, yang menjual bensin dengan harga Rp. 6.000,-/liter. Namun selama di sana, saya sendiri belum pernah melihat SPBU ini beroperasi. Jadi untuk mendapatkan bahan bakar, saya harus membeli di pedagang eceran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lagi tanya soal harga-harga makanan dan kebutuhan lainnya, tentunya juga sangat tinggi mengikuti tingginya harga BBM. Sampai-sampai banyak warga pendatang di kota ini berpendapat bahwa harga-harga di Kabupaten Murung Raya benar-benar membikin murung (MD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tulisan di atas saya buat pada Maret 200&lt;span style="font-size:78%;"&gt;8&lt;/span&gt;, ketika saya masih bertugas di kota Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, Propinsi Kalimantan Tengah. Saat tulisan ini saya postingkan ke blog, harga BBM barusaja kembali mengalami kenaikan (23 Mei 2008) dari semula Rp. 4.500,- menjadi Rp. 6.000,-. Terhadap kenaikan ini Pemerintahan SBY – KALA mendapatkan penolakan dan protes keras dari warga masyarakat di hampir seluruh propinsi di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9083587603400029898-3083106102758044026?l=manjidharsana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://manjidharsana.blogspot.com/feeds/3083106102758044026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9083587603400029898&amp;postID=3083106102758044026&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/3083106102758044026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/3083106102758044026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://manjidharsana.blogspot.com/2008/06/harga-bbm-bikin-murung.html' title='HARGA BBM BIKIN MURUNG'/><author><name>Manji Dharsana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11189437216799626707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_OBArj1c-Tgw/SFkeZpZRXbI/AAAAAAAAABk/ThtTUdmx5Js/S220/Myprint.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_OBArj1c-Tgw/SZtdrJ9ji3I/AAAAAAAAAaw/9YvYRJozWLw/s72-c/Senja_Barito.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9083587603400029898.post-2078050707485837077</id><published>2007-08-17T11:44:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T19:26:24.013-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Music'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Photo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Di mana ada kemauan, di situ ada jalan</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_OBArj1c-Tgw/SE5lrYGkKMI/AAAAAAAAABY/F8z4hBi0P5s/s1600-h/Mit+Daniel+S.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210213614793009346" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_OBArj1c-Tgw/SE5lrYGkKMI/AAAAAAAAABY/F8z4hBi0P5s/s320/Mit+Daniel+S.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pepatah atau pemeo ini pastinya sudah sering kita dengar, bahkan mungkin saking seringnya kita dengar malahan membuat kita tidak menganggap pepatah ini terlalu berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan saya sendiri, meski sering mendengar, tapi lebih sering lagi saya mengabaikannya, sampai suatu ketika ada satu kejadian kecil yang menimpa saya, tapi cukup menyentil untuk membuat saya tidak akan pernah lagi mengabaikan pepatah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui dari harian Ibu kota bahwa penyanyi Daniel Sahuleka akan mengadakan pertunjukan di Pusat Kebudayaan Belanda di Jakarta, muncul keinginan saya untuk menonton penampilannya, sambil berharap dapat kesempatan untuk berfoto dengan penyanyi berdarah maluku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baru mencoba membeli tiket sehari sebelum jadwal pertunjukan, ternayata tiket pertunjukan yang hanya berlangsung satu kali itu, sudah habis, tentunya saya amat kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esokan harinya, saat melewati ruas jalan di depan Mal Pondok Indah, terpampang spanduk memberitahukan Daniel Sahuleka akan tampil di Pusat Perbelanjaan Mewah tersebut, Gratis pula. Wah kali ini jangan terlewat, Maka sesuai jadwal saya sudah bersiap-siap di depan panggung, pertunjukan, lengkap dengan membawa kamera digital tentunya, tekad saya bulat untuk bisa berfoto bareng penyanyi kelahiran Semarang tahun 1950 itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat Daniel Sahuleka sedang bersiap-siap untuk tampil di pentas, saya segera mangaktifkan kamera dan menuju belakang panggung mencari kesempatan berfoto, namun apa lacur ternyata ketika persis berhadapan dengan penyanyi kriting tersebut, tenaga batere kamera digital saya tepat pada titik nadirnya alias Low Batt, tentunya gagal lah saya untuk berfoto bersama nyong Ambon satu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah berlangsungnya pertunjukan, ditengah perasaan kesal karena gagal foto bersama, saya terus berpikir bagaimana caranya untuk mendapat kesempatan berfoto, tiba-tiba saya merasa ada sesorang yang mencolek pundak saya dari belakang, ketika saya toleh ternyata yang mencolek adalah teman saat kuliah dulu, yang juga datang menonton pertunjukan ini, keruan saja harapan saya muncul kembali, segera saya tanyakan apakah dia membawa kamera, dan kebetulan dia membawa telepon selular yang dilengkapi fasilitas kamera, saya pun meminta tolong kawan itu agar nanti mau memotretkan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai pertunjukan, panitia memberi kesempatan kepada pengunjung untuk berfoto sekaligus bisa mendapatkan tandatangan Daniel Sahuleka, segera saja saya dan kawan saya ikut antri untuk berfoto. Namun, di sinilah kesialan datang tuk keduakali, lagi-lagi ada saja halangan yang datang, ternyata telepon selular milik kawan saya juga sudah berkurang tenaga batere-nya alias Low Batt juga. Hendak mundur dari barisan rasanya tanggung sekali, karena posisi antrian kami sudah demikian dekat dengan si artis, tapi kalo terus mengantri tentunya percuma karena tidak ada kamera yang bisa dipakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah ada bisikan apa, atau hanya reflek saja, saya menoleh ke sekeliling. Persis di belakang kawan saya, berdiri seseorang yang sama sekali tidak saya kenal, memegang kamera digital cukup canggih, dan tampaknya orang tersebut hanya sendirian saja. Seketika saya merasa mendapat angin segar, muncul ide saya, pikir saya orang itu kan tidak mengajak teman, tentunya dia butuh bantuan orang lain untuk mengabadikan dirinya bersama Daniel sahuleka, segera saja saya tawarkan bantuan untuk memotretnya, yang tentunya tidak terlalu tulus karena berisi syarat bahwa saya dan kawan saya minta tolong juga untuk difotokan, ternyata dia langsung menyetujui tawaran saya, dan akhirnya bersama kawan lama dan kawan baru saya ini, niatan untuk berfoto dengan pelantun lagu You Make My World So Colorful itu bisa juga terlaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya cerita ini hanyalah sebuah contoh kecil saja, namun sejak itu saya menjadi yakin bahwa apa kata pepatah di mana ada kemauan pasti ada jalan, tentunya akan berlaku pula di segala hal, bahkan untuk hal-hal yang lebih besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(Terimakasih untuk Subhan, yang dengan baik hati bersedia memotretkan dan mengirimkan hasil fotonya)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9083587603400029898-2078050707485837077?l=manjidharsana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://manjidharsana.blogspot.com/feeds/2078050707485837077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9083587603400029898&amp;postID=2078050707485837077&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/2078050707485837077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/2078050707485837077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://manjidharsana.blogspot.com/2007/08/di-mana-ada-kemauan-di-situ-ada-jalan.html' title='Di mana ada kemauan, di situ ada jalan'/><author><name>Manji Dharsana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11189437216799626707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_OBArj1c-Tgw/SFkeZpZRXbI/AAAAAAAAABk/ThtTUdmx5Js/S220/Myprint.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_OBArj1c-Tgw/SE5lrYGkKMI/AAAAAAAAABY/F8z4hBi0P5s/s72-c/Mit+Daniel+S.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9083587603400029898.post-4834873410782223411</id><published>2007-08-17T11:27:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T19:30:27.987-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>MEROKOK UNTUK KESELAMATAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Rokok memang berbahaya buat kesehatan. Tapi ternyata penting juga buat keselamatan. Kok bisa? Bisa saja. Begini ceritanya. Sepuluh tahun yang lalu, saya bekerja sebagai Junior Geologist di daerah Natal, Mandailing, Tapanuli Selatan. Karena lokasi tugas berada di pedalaman, mengharuskan saya keluar masuk hutan. Ketika memulai hari pertama tugas—masuk hutan, saya dianjurkan untuk merokok. Menyadari sebagai seorang pemula, tanpa banyak bertanya, anjuran itupun saya ikuti. Meskipun sebenarnya saya bukanlah perokok.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Nah, suatu hari bersama rombongan, saya berjalan dari base camp menuju lokasi tugas dengan penuh semangat. Saking semangatnya sampai tidak sadar ternyata saya sudah berjalan jauh meninggalkan rombongan. Mendadak di hadapan saya ada segerombolan babi hutan tengah sibuk mencari makan. Jumlahnya sekitar 8-10 ekor. Tanpa perlu memastikan jumlahnya, apakah lebih dari 10 atau kurang dari 8 saya langsung balik badan, mengambil langkah seribu. Sambil terantuk-antuk pada akar-akar pohon hutan, saya terus dibayangi tatapan salah seekor babi hutan yang bertubuh paling besar dan wajahnya paling seram. Mungkin dia adalah sang pemimpin rombongan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Beruntung ketika tenaga hampir habis karena kelelahan, saya sudah bertemu dengan rombongan yang tadi tertinggal. Selesai saya menuturkan kejadiannya, serempak mereka mentertawakan kesialan saya. Waduh, sudah wajah pucat pasi, kaki lebam-lebam karena tersandung akar, masih ditertawakan pula.&lt;br /&gt;Namun salah seorang awak bor menghibur saya:&lt;br /&gt;“Wah mas ini pasti lupa ngisap rokoknya ya?” sambil menjulurkan kotak rokoknya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Ini mas jangan malu-malu, kalo rokok sampean habis, minta saja rokok saya”. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Rokok pun saya raih. Saya baru sadar saat berangkat tadi lupa membawa rokok.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mereka menjelaskan bahwa aroma rokok yang semerbak dapat tercium oleh hewan-hewan hutan dari jarak yang cukup jauh. Hewan-hewan pun akan segera menjauh karena mengetahui akan datangnya bangsa manusia. Sehingga perjumpaan pun dapat terhindarkan. Jadi meskipun berbahaya bagi kesehatan, rokok penting juga untuk keselamatan. Tapi khusus di tengah hutan loh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Tulisan ini mendapat bantuan penyuntingan dari kawan saya AGUS IRKHAM - Penulis buku "Prigel Menulis Artikel")&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9083587603400029898-4834873410782223411?l=manjidharsana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://manjidharsana.blogspot.com/feeds/4834873410782223411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9083587603400029898&amp;postID=4834873410782223411&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/4834873410782223411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/4834873410782223411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://manjidharsana.blogspot.com/2007/08/merokok-untuk-keselamtan.html' title='MEROKOK UNTUK KESELAMATAN'/><author><name>Manji Dharsana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11189437216799626707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_OBArj1c-Tgw/SFkeZpZRXbI/AAAAAAAAABk/ThtTUdmx5Js/S220/Myprint.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9083587603400029898.post-4111202070565080315</id><published>2007-08-16T21:01:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T19:31:30.562-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>DI BALI, ADA JALAN MARLBORO</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ada-ada saja kreativitas masyarakat dalam memberi nama suatu jalan. Umumnya nama jalan yang terlalu panjang akan disingkat sehingga lebih mudah disebut, contohnya di Jakarta ada Jl. Otista untuk menyebut jalan Otto Iskandar Dinata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di Bali, tepatnya di kota Denpasar, jangan heran dan bingung kalo kita ditunjukan ke jalan yang bernama Jalan Marlboro. Bukan karena di sana terdapat pabrik rokok merek ternama dari Amerika tersebut, dan bukan juga karena perusahaan rokok itu menyumbang dana untuk membangun jalan di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usut punya usut, ternyata Jalan Marlboro merujuk pada satu ruas jalan yang baru di bangun sekitar tahun 2000, yang merupakan terusan dari jalan Teuku Umar. Namun, menurut cerita dari supir yang sering mengantar saya, ketika jalan tersebut sudah bisa dilalui kendaraan, cukup lama ia tidak diberi pelang petunjuk nama jalan. Satu-satunya pelang yang terpampang di ujung jalan adalah pelang iklan rokok Marlboro yang memang sudah lama ada di persimpangan dengan jalan Imam Bonjol. Meski pelangnya tidak terlalu besar, namun apabila kita masuk ke jalan baru itu dari arah jalan Teuku Umar, iklan tersebut terlihat amat mencolok seolah memberi identitas bagi si jalan baru tersebut, jadilah jalan itu memiliki nama tak resmi sebagai Jalan Marlboro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena nama Marlboro sudah terlanjur ‘beken’, beberapa pengusaha handicraft di lokasi itu tetap mencantumkan nama Jalan Marlboro sebagai alamat perusahaan di kartunamanya. Kalau pun ada yang mencantumkan alamat resmi, mungkin karena tidak cukup ‘pede’, maka mereka tetap mencantumkan nama jalan Marlboro dalam tanda kurung, di sebelah nama jalan resminya yaitu &lt;strong&gt;Jalan Teuku Umar Barat.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9083587603400029898-4111202070565080315?l=manjidharsana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://manjidharsana.blogspot.com/feeds/4111202070565080315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9083587603400029898&amp;postID=4111202070565080315&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/4111202070565080315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9083587603400029898/posts/default/4111202070565080315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://manjidharsana.blogspot.com/2007/08/di-bali-ada-jalan-marlboro.html' title='DI BALI, ADA JALAN MARLBORO'/><author><name>Manji Dharsana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11189437216799626707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_OBArj1c-Tgw/SFkeZpZRXbI/AAAAAAAAABk/ThtTUdmx5Js/S220/Myprint.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
